Sponsors Link

7 Terapi Angina Pektoris Paling Efektif!

Sponsors Link

Angina pektoris adalah suatu kondisi di mana seseorang merasakan nyeri di bagian dada dan hal ini disebabkan otot-otot jantung kekurangan pasokan oksigen. Angina pektoris juga biasa dikenal sebagai angin duduk dan sebagian masyarakat Indonesia masih menganggap ini sebagai penyakit yang berbahaya. Angina pektoris biasa terjadi pada orang dewasa, khususnya kaum laki-laki yang sudah memasuki usia 55 hingga 64 tahun. Penyakit angina pektoris ini bukan saja hanya dipicu oleh faktor usia namun juga adanya penyakit lain, seperti hipetensi, kolesterol, maupun diabetes. Tidak ketinggalan pola hidup yang kurang sehat juga bisa memicu timbulnya penyakit angina pektoris pada seseorang.

ads

Lalu bagaimana kita mengetahui kita terserang penyakit angina pektoris, dan bukan jenis penyakit jantung lainnya? Tentu saja kita harus mengetahui gejala dari penyakit angina pektoris ini dengan jelas. Beberapa gejala angina pektoris yang harus kita ketahui antara lain adalah timbulnya rasa nyeri pada dada seperti diremas dan bisa menyebar ke bagian tubuh lainnya sewaktu-waktu, seperti hingga rahang bahkan leher hingga punggung. Bukan hanya itu saja, penderita angina pektoris akan merasa lebih cepat kelelahan daripada orang pada umumnya yang disertai dengan rasa mual dan pusing setelahnya. Keringat yang muncul secara berlebihan juga rasa gelisah merupakan salah satu gejala angina pektoris yang akan mengganggu aktivitas kita sehari-hari pula karena membuat kita tidak nyaman untuk beraktivitas.

Lalu sebenarnya apa yang bisa kita lakukan untuk menangani penyakit angina pektoris ini? Penanganan suatu penyakit merupakan suatu hal yang sangat penting untuk meminimalisir penyakit ini semakin bertambah parah ataupun menyebar ke bagian tubuh lainnya. Nah pada kesempatan kali ini, kita akan membahas beberapa penanganan penyakit angina pektoris yang bisa kita lakukan – alias mengenal lebih jauh mengenai terapi angina pektoris. Daripada menunggu lebih lama lagi, yuk kita simak penjelasannya yang satu ini!

Terapi Angina Pektoris

Seperti yang kita tahu, penanganan penyakit jantung terdiri dari berbagai jenis; contohnya saja melalui berbagai obat-obatan yang bisa kita dapat di apotik, memanfaatkan berbagai bahan alami, melalui prosedur medis, ataupun penanganan yang sering kita pilih yaitu dengan menjalani terapi. Menjalani terapi merupakan salah satu penanganan yang efektif dan kita tidak perlu mengkhawatirkan efek sampingnya karena terapi dilakukan oleh tenaga medis yang berarti penanganan ini berada di bawah pengawasan ahli. Seperti yang telah kita bahas sebelumnya, angina pektoris merupakan salah satu jenis penyakit jantung yang sering dialami seseorang dan tentu saja perlu segera mendapat penanganan yang tepat untuk mencegah penyakit ini menyebar ke bagian tubuh lainnya. Nah kira-kira terapi apa saja yang bisa kita lakukan untuk menangani penyakit angina pektoris ini? Daripada semakin penasaran, yuk mending kita simak penjelasannya yang satu ini!

1.Nitroglycerine sublingual

Terapi farmakologi ini merupakan pertolongan cepat untuk penderita angina dan berfungsi untuk memperbaiki aliran darah jantung yang sebelumnya mengalami pelebaran. Bukan hanya itu saja, nitrat berguna untuk melemaskan pembuluh darah sehingga penggumpalan darah yang terbentuk dapat melunak dan peredaran darah menjadi kembali lancar. Menjalani terapi ini dengan rutin sangatlah efektif untuk mengurangi nyeri dari angina.

2. Penyekat beta-adrenergik

 Terapi farmokologi berikutnya merupakan terapi utama yang kita butuhkan; penderita angina pektoris. Terapi ini berfungsi untuk menurunkan kebutuhan oksigen miokard dengan cara menurunkan frekuensi denyut jantung dan tekanan arteri yang berfungsi juga untuk meregangkan dinding ventrikel kiri. Bukan hanya itu saja, terapi ini terbukti berfungsi efektif meminimalisir terjadinya serangan jantung bahkan kematian mendadak. Obat penyekat beta yang bisa konsumsi antara lain adalah nadolol, atenolol, propranolol, metoprolol.

3. Calcium antagonis

Terapi angina pektoris berikutnya yang bisa kita coba adalah calcium antagonist yaitu salah satu terapi yang bekerja dengan cara menghambat masuknya kalsium ke dalam saluran kalsium dan hal ini dilakukan untuk merilekskan otot polos pembuluh darah. Bukan hanya itu saja, terapi ini juga berfungsi untuk menurunkan kebutuhan oksigen miokard dengan cara menurunkan resisten vaskuler sistemik.

4.Nitrat dan nitrit

Terapi farmakologi yang satu ini  bisa kita coba untuk menangani angina pektoris kita adalah dengan mengonsumsi nitrat dan nitrit yangs angatlah efektif untuk mengurangi kebutuhan oksigen jantung dan menginduksi vasodilatasi alias pelebaran pembuluh. Untuk meminimalisir timbulnya efek samping dari menjalani terapi ini disarankan untuk memakai nitrat dengan periode bebas yang cukup, yaitu lebih tepatnya selama 8 hingga 12 jam.

5. Antiplatelet

Obat berikutnya yang bisa diminum alias dijadikan terapi adalah antiplatelet dan salah satu contoh dari jenis obat ini adalah aspirin, yang berfungsi untuk mencegah membekunya pembuluh darah apabila sewaktu-waktu terjadi pendarahan. Aspirin juga berfungsi untuk mencegah kematian dan apabila penderita jantung alergi terhadap aspirin maka kita bisa menggantinya dengan mengonsumsi triklopidin.

6. Terapi non farmakologis

Apa sih yang dimaksud dengan terapi non farmakologis ini? berbeda dengan beberapa jenis terapi yang telah dijelaskan sebelumnya, terapi yang satu ini merupakan terapi yang bebas dari obat – alias yang perlu kita lakukan adalah menjalani pola hidup yang sehat.  Beberapa hal yang bisa kita lakukan dalam terapi ini antara lain adalah dengan menghentikan kebiasaan merokok ataupun dengan rutin melakukan berolahraga yang berfungsi untuk menjaga tubuh tetap bugar serta untuk menurunkan berat badan.

7. Fisioterapi kardio-pulmonal

Terapi angina pektoris terakhir yang bisa kita berikan adalah fisioterapi kardio-pulmonal, yaitu fisioterapi yang difokuskan pada pemulihan kondisi jantung dan paru-paru dan meminimalisir seseorang menjalani bed-rest. Bukan hanya itu saja, fisioterapi ini dilakukan untuk mengembalikan kinerja jantung seperti semula dengan cara pelatihan pernafasan, menaiki tangga, serta melakukan beberapa olahraga ringan untuk kesehatan jantung.

Sponsors Link

So, bagaimana? Pastinya sekarang sudah jelas kan mengenai terapi angina pektoris apa yang bisa kita jalani? Sebelum kita menjalani terapi, ada baiknya kita menghindari berbagai hal yang dapat memicu timbulnya penyakit jantung seperti  menghindari mengonsumsi berbagai makanan makanan yang tidak baik untuk jantung. So, apakah kalian sudah siap untuk lebih sehat daripada sebelumnya? Yuk lebih sayangi dirimu dari sekarang!

Sponsors Link
, , ,
Oleh :
Kategori : Pengobatan