Sponsors Link

10 Bahaya Alkohol bagi Jantung dan Cara Mengatasi Kecanduannya

Sponsors Link

Kita semua tahu ada bahaya alkohol bagi jantung yang tak terlihat dalam satu kali teguk. Minuman beralkohol yang telah menjadi bagian hidup masyarakat modern kini tak pernah menjadi menu yang baik. Meski begitu, sebagian besar masyarakat modern yang menjadi pecandunya tak pernah menganggap hal ini sebagai sebuah ancaman bagi diri mereka. Padahal, efeknya baru bisa terlihat dalam jangka waktu yang tidak singkat.

ads

Minuman beralkohol hanya memberi efek menyenangkan sesaat. Dalam jangka panjang, kebiasaan meminum minuman beralkohol ini hanya memberikan efek buruk pada tubuh. Organ tubuh kita tidak dirancang untuk menyerap ‘nutrisi’ ini. Hasilnya, kebiasaan ini hanya akan merusak organ tubuh kita. Hal ini berlaku juga pada jantung kita sebagai salah satu organ vital yang menyokong keberlangsungan hidup.

Baca juga:

Sebenarnya, minuman beralkohol masih diperbolehkan untuk dikonsumsi jika dalam taraf wajar. Namun, kebanyakan orang mengonsumsinya sebagai bentuk pelarian atas masalah mereka. Jadi, bisa dikatakan yang bermasalah di sini adalah ketika minuman beralkohol dikonsumsi di luar batas wajar. Efek samping yang mungkin menimpa organ jantung dari kebiasaan ini pun tidak sedikit, diantaranya adalah:

1. Tekanan Darah Meningkat

Konsumsi alkohol secara berlebihan dalam jangka waktu panjang memiliki potensi untuk meningkatkan tekanan darah. Tekanan darah yang tinggi berarti darah dipompa dengan lebih kuat dibandingkan biasanya dan hal ini berpengaruh pada arteri seseorang. Dalam jangka panjang, efek ini berubah menjadi lebih parah, yaitu menimbulkan hipertensi. Tekanan darah tinggi berpotensi menimbulkan efek lainnya seperti pengerasan arteri sampai risiko serangan jantung dan stroke.

Baca juga: Bahaya Begadang bagi Jantung.

2. Melemahkan Otot Jantung

Jantung kita membutuhkan oksigen dan nutrisi penting agar bisa tetap memompa darah ke seluruh tubuh, mengalirkan darah dengan oksigen dan membawa darah dengan karbondioksida untuk dilepaskan melalui nafas. Risiko kedua dari kebiasaan mengonsumsi minuman beralkohol adalah melemahnya otot jantung. Dalam jangka waktu lama, tanpa menghentikan kebiasaan ini, otot jantung yang melemah kemudian akan rusak atau terjadi kardiomiopati. Kardiomiopati merupakan sekumpulan kondisi kelainan pada otot jantung. Sering kali, kondisi ini berakhir dengan gagalnya fungsi jantung.  Ada tiga tipe kardiomiopati, yaitu kardiomiopati dilatasi, hipertrofi, dan restriksi.

Baca juga: Cara Pencegahan Gagal Jantung Kongestif.

3. Perubahan Detak Jantung

Risiko ketiga yang mungkin dialami adalah terjadinya perubahan detak jantung atau yang kerap disebut dengan istilah aritmia jantung. Bahaya alkohol bagi jantung bahkan bisa jauh lebih buruk daripada kondisi ini. Aritmia bisa terjadi karena perubahan sistem kelistrikan jantung, yang kemudian menimbulkan efek lain seperti sinyal yang terhalang, abnormal pathways, sel jantung teriritasi, dan lain-lain. Aritmia jantung bisa dalam bentuk detak jantung yang menjadi lambat (bradycardia) atau menjadi terlalu cepat (tachycardia). Aritmia jantung juga berpotensi menimbulkan stroke.

Baca juga: Makanan untuk Penderita Aritmia Jantung.

4. Atrial Fibrillation

Atrial Fibrillation merupakan salah satu tipe aritmia jantung yang berpotensi menyebabkan atrium jantung bergetar lebih cepat daripada biasanya. Minuman beralkohol bisa menimbulkan efek ini baik seseorang mengonsumsinya saat itu atau ketika menjadi efek kumulatif.

Sudah banyak penelitian yang berhasil membuktikan bahwa minuman beralkohol memiliki efek pada timbulnya atril fibrillation atau (Afib). Berdasarkan penelitian yang dimuat dalam Journal of the American College of Cardiology (dipublikasikan pada tahun 2011), menghindari alkohol adalah cara terbaik untuk menghindari risiko Afib.

Baca juga: Olahraga untuk Aritmia Jantung.

Sponsors Link

5. Potensi Serangan Jantung

Risiko selanjutnya yang mungkin muncul adalah serangan jantung. Otot jantung kita membutuhkan oksigen agar bisa melakukan fungsinya dalam memompa darah dengan baik. Konsumsi minuman alkohol berpotensi menaikkan kadar lemak dalam darah yang kemudian membentuk plak hingga penyempitan arteri. Kondisi ini kemudian bisa berubah menjadi sebuah penyakit yaitu serangan jantung, kondisi di mana arteri dipenuhi plak sehingga aliran oksigen ke jantung tidak tercapai.

Baca juga: Serangan Jantung RinganSerangan Jantung Mendadak.

6. Potensi Penyakit Stroke

Stroke jadi risiko selanjutnya dari kebiasaan konsumsi minuman beralkohol. Hal ini dibuktikan dari studi yang dilakukan oleh Pavla Kadlecova dan timnya, ahli statistik dari Ceko. Dua gelas minuman beralkohol yang dikonsumsi setiap harinya mampu mempercepat datangnya stroke bagi para peminum, terutama mereka yang mengonsumsinya dan menjadikan kebiasaan pada usia 50 hingga 60 tahunan.

Baca juga: Bahaya Lemak di Jantung.

Mengatasi Kecanduan pada Minuman Beralkohol

Bagaimana jika sudah kecanduan alkohol? Ini akan menjadi kondisi yang tidak menyenangkan bagi kita. Ketergantungan pada minuman beralkohol tidak pernah membawa manfaat bahkan harus segera dihilangkan. Akan tetapi, namanya sudah kecanduan, memberhentikan kebiasaan adalah siksaan. Meski begitu, niat adalah hal utama yang menjadi pondasi dari perubahan yang akan membebaskan Anda dari perasaan bersalah terhadap tubuh sendiri. Lantas, langkah selanjutnya untuk berubah ke arah pola hidup yang lebih sehat bisa disimak melalui poin-poin berikut ini:

  • Ketika sudah menciptakan niat, maka Anda harus menumbuhkan komitmen

Perubahan yang paling sukses adalah ketika hal itu dimulai dari kesadaran dan kemauan diri sendiri. Kami tidak akan pernah berkata bahwa ini merupakan hal yang mudah. Semua permulaan untuk keluar dari zona nyaman adalah hal yang menyiksa. Namun, ingatlah bahwa bagian tersulitnya hanya ada di permulaan. Baca juga: Gaya Hidup Jantung Sehat.

Sponsors Link

  • Lebih banyak minum air putih

Anda membutuhkan banyak cairan untuk melunturkan sisa minuman beralkohol yang ada dalam tubuh. Padahal, sisa minuman itu bisa saja menjadi racun dalam tubuh. Maka dari itu penuhi kebutuhan cairan Anda lebih dari kebutuhan orang normal. Baca juga: Kebiasaan yang Merusak Jantung.

  • Atur pola makan dan pola hidup

Selain mulai mendisiplinkan diri untuk minum air mineral, atur juga pola makan dan pola hidup Anda. Pola makan harus memenuhi kebutuhan nutrisi harian (4 sehat 5 sempurna) dan jangan tinggalkan olah raga. Jika Anda masih tak terlalu minat dengan olah raga berat seperti tipe gym dan fitness, setidaknya disiplinlah dalam melakukan aktivitas fisik di pagi hari (olah raga ringan selama 30 menit sebelum memulai rutinitas). Baca juga: Nutrisi untuk Jantung.

  • Minta bantuan rekan dan keluarga

Dukungan dari teman dan keluarga adalah poin yang sebaiknya Anda kumpulkan. Kebiasaan ini lebih cepat hilang ketika orang-orang di sekitar Anda juga mendukung. Mintalah bantuan mereka untuk mengingatkan ketika Anda lengah dan mulai mencari atau bahkan mengonsumsi minuman beralkohol. Rekan dan keluarga Anda akan menjadi pihak yang cukup efektif dalam menghimbau Anda menghindari kebiasaan lama.

Baca juga: Manfaat Omega 3 untuk JantungManfaat Olahraga untuk Jantung.

Demikianlah artikel yang bisa kami sajikan terkait bahasan bahaya alkohol bagi jantung dan kiat-kiat yang bisa diberikan untuk membantu Anda berhenti dari kebiasaan minum ini. Semoga, penjabaran ini menyadarkan Anda betapa minuman beralkohol tidak memberikan manfaat selain kesenangan sesaat yang semu dan hanya akan mengundang berbagai penyakit.

Sponsors Link
, , ,