Sponsors Link

Penyebab Jantung Nyeri dan Berdebar Dan Cara Mengatasinya

Sponsors Link

Ketika jantung anda tiba-tiba berdebar sangat kencang , tentu saja anda akan menjadi khawatir akan kesehatan jantung anda. Pikira-pikiran negatif pun mulai muncul seiring dengan munculnya pertanyaan sejenis apakah saya terkena penyakit jantung? Apakah saya mendapat masalah kesehatan yang serius? Apalagi jika gejala yang anda rasakan cukup lama berlangsung. Jantung berdebar atau palpitasi adalah keadaan dimana jantung berdetak dengan kuat, cepat, dan tidak beraturan. Keadaan ini sensasinya bahkan dapat dirasakan di sekitar tenggorokan dan leher. Kondisi ini sebenarnya umum terjadi selama beberapa detik atau menit, namun apabila gejala ini dirasakan sangat sering, semakin lama semakin buruk, dan disertai dengan gejala lain seperti sesak napas dan pusing, anda patut waspada.

ads

Pada dasarnya tugas jantung memang memompa darah dari dan keseluruh tubuh. Indikator pemompaan darah tersebut adalah detak jantung. Darah akan melewati empat bagian jantung yaitu serambi kanan, bilik kanan, serambi kiri, dan bilik kiri. Darah yang sudah mengalir dari seluruh tubuh akan kembali ke jantung dan paru-paru untuk mendapat oksigen untuk kemudian diedarkan kembali ke seluruh tubuh. Siklus tersebut terus menerus berulang selama manusia masih hidup.

Normalnya jantung berdetak dua kali per detik atau sekitar 70 ketukan per menit (bpm) dan detak jantung normal orang dewasa berkisar antara 40-100 bpm. Apabila anda merasakan detak jantung yang begitu cepat, kuat, dan tidak beraturan disertai gejala lain seperti pusing dan sesak napas mungkin ada yang tidak beres dengan jantung anda.

Faktanya sesorang yang sering mengalami jantung berdebar bahkan disertai nyeri tidak boleh menyepelekan keadaan yang terjadi pada dirinya tersebut. Hal ini dikarenakan peran jantung yang sangat penting bagi kelangsungan hidup seorang manusia. Oleh karena itu menjaga kesehatan jantung memang sangatlah penting untuk dilakukan.

Keadaan jantung yang sering berdebar dengan kuat, tidak teratur, dan juga disertai dengan nyeri sebenarnya lebih mengacu pada gejala jantung koroner. Namun bisa saja disebabkan oleh penyakit jantung lain. Pemeriksaan lebih lanjut oleh dokter diperlukan untuk mendiagnosis apa yang sebenarnya terjadi pada jantung anda. Penyakit jantung koroner sendiri adalah keadaan dimana terjadi karena adanya penumpukan plak yang berlebihan pada pembuluh darah arteri. Penumpukan lemak ini juga sisebut dengan atherosclerosis.

Secara umum gejala terdapatnya jantung koroner dalam tubuh anda adalah sering dirasakan nyeri pada bagian dada, , terasa berat atau sesak saat bernapas, dan jantung berdetak secara cepat atau berdebar-debar. Gejala lain yang mungkin timbul termasuk rasa seperti ditekan atau seperti ada yang menggenggam jantung anda. Sering keluar keringat pada malam hari dan mual muntah. Jantung koroner akan menimbulkan sensasi rasa nyeri seperti ditusuk jarum. Gejala apapun yang anda rasakan sebaiknya jangan disepelekan. Semakin lama anda menyepelekan gejala-gejala yang muncul jantung anda akan berpotensi mengalami keadaan yang semakin buruk. Faktanya, jantung koroner merupakan penyakit yang sangat berpotensi mengakibatkan kematian secara mendadak.

Dilansir dari halosehat.com berikut adalah beberapa penyakit lain yang mungkin menjadi penyebab jantung berdebar-debar:

  1. Terjadinya kebocoran pada jantung (jantung bocor)

Terjadinya kebocoran pada jantung adalah salah satu penyebab jantung menjadi berdebar-debar. Kebocoran ini biasanya  terjadi pada bilik jantung. Kebocoran jantung akan menimbulkan kekurangan darah atau anemia. Anemia akan membuat jantung berdetak lebih cepat karena tubuh kekurangan darah dan juga oksigen.

  1. Anemia

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya anemia adalah keadaan dimana tubuh kekurangan darah. Saat jumlah darah tidak cukup banyak atau sedikit, jantung akan memompa darah lebih cepat demi mencukupi kebutuhan darah dan oksigen seluruh bagian dan organ tubuh.

Sponsors Link

  1. Kekurangan kalium dan magnesium

Kalium dan magnesium merupakan zat yang bermanfaat untuk pembentukan sel darah merah. Kekurangan kalium dan magnesium juga akan berdampak pada jumlah darah dalam tubuh anda. Makanlah makanan yang banyak mengandung tiggi kalium dan magnesium untuk mencukupi kebutuhan harian anda.

  1. Tekanan darah tinggi

Orang dengan penyakit tekanan darah tinggi atau hipertensi sangat berpotensi terkena asteoklorosis. Asteoklorosis adalah keadaan dimana terjadi penyempitan pembuluh darah dan juga pengerasan pembuluh darah. Jika hal ini terjadi kinerja jantung akan lebih berat tugasnya saat memompa darah ke seluruh tubuh mengharuskan jantung untuk berdetak lebih cepat dan kuat.

Itulah beberapa penyebab yang dapat menyebabkan jantung berdebar. Selain yang telah disebutkan di atas, hal yang mungkin saja menjadi penyebab terjadinya jantung berdebar adalah stress, pengaruh obat-obatan, asam urat, akibat konsumsi alkohol, diabetes, hingga radikal bebas.

Sponsors Link

Lalu bagaimana cara mengatasi jantung yang berdebar dan nyeri? Penangan jantung berdebar disertai nyeri atau tanpa nyeri dapat dilakukan berdasarkan penyebab dari kondisi yang anda alami. Hal yang terpenting adalah jangan sampai anda mengabaikan atau menyepelekan gejala yang muncul. Dilansir dari halosehat.com pengobatan yang dapat dilakukan adalah sebagai berikut:

  1. Angkat kaki lebih tinggi dibandingkan dengan jantung kemudian tarik nafas dalam-dalam. Biarkan rongga perut menjadi besar. Kemudian tahan nafas sebentar, kemudian hembuskan pelan-pelan.
  2. Manufer Valsalva, Cobalah pencet kedua hidung anda kemudian tutuplah mulut rapat-rapat. Setelah itu keluarkan nafas secara perlahan-lahan. Tindakan tersebut dipercaya bisa digunakan untuk mengembalikan irama jantung dan menormalkan kembali tekanan darah di dalam tubuh terutama yang mengalami tekanan darah tinggi.
  3. Minum air putih
  4. Mengelola Stress

Itulah beberapa cara untuk mengatasa jantung berdebar. Jika masih dirasakan gejalanya lebih baik anda memriksakan diri ke dokter untuk dapat didiagnosis.

Sponsors Link
, , ,
Oleh :
Kategori : Penyebab