Sponsors Link

Kelainan Jantung Tetralogi Fallot: Penyebab, Gejala, dan Cara Mengatasi

Sponsors Link

Kelainan jantung tetralogi fallot adalah penyakit bawaan langka yang merupakan kombinasi dari empat kelainan jantung yang terjadi pada 5 dari 10.000 kelahiran. Penyakit ini menyebabkan kelainan stuktur jantung yang berujung pada tidak normalnya sirkulasi darah di sekitar jantung. Empat kelainan jantung yang merupakan komplikatornya yaitu:

ads
  • Vertricular Septal Defect (VSD)

Di dalam jantung terdapat dinding yang memisahkan bilik kiri dengan dua bilik kanan, dinding pemisah ini disebut septum, dan berfungsi untuk mencegah agar darah di bilik kiri tidak tercampur dengan darah di bilik kanan. Dan VSD sendiri adalah lubang pada septum yang mengakibatkan darah kaya oksigen di bilik kiri tercampur dengan darah minim oksigen di bilik kanan.

  • Stenosis Pulmonary

Stenosis pulmonary adalah penyempitan pada katup pulmonalis, penghubung bilik kanan dengan arteri pulmonalis, arteri yang membawa karbondioksida menuju jantung lalu ke paru-paru. Kelainan ini menyebabkan katup pulmonalis tidak terbuka dengan sempurna sehingga darah yang menuju paru-paru berkurang.

  • Hipertrofi Vertrikel Kanan

Hipertrofi vertrikel kanan adalah otot pada bilik kanan jantung yang mengalami penebalan, hal ini merupakan akibat dari kerja jantung berlebih untuk mensirkulasi darah melalui katup pulmonalis yang menyempit.

  • Posisi Abnormal Aorta

Pada jantung yang sehat, posisi aorta menempel pada bilik kiri untuk menyalurkan darah yang kaya oksigen menuju tubuh. Namun pada penderita kelainan ini, posisi aorta berada di antara dua bilik, bilik kiri dan bilik kanan sehingga darah yang minim oksigen dari bilik kanan langsung mengalir ke aorta bukannya ke arteri pulmonalis.

Baca juga: Kebocoran Katup Aorta.

Penyebab 

Tetralogi fallot terjadi selama perkembangan janin ketika jantung terbentuk. Sedangkan penyebab utamanya masih menjadi berdebatan di kalangan para ahli, namun ada beberapa faktor yang diperkirakan dapat meningkatkan resikonya, diantaranya yaitu:

  1. Malnutrisi selama kehamilan.
  2. Kecanduan minuman keras selama kehamilan.
  3. Kelainan genetik.
  4. Infeksi virus, seperti rubella.
  5. Kehamilan di atas usia 40 tahun.
  6. Diabetes pada ibu.
  7. Menyertai kelainan bawaan lain, seperti Down Syndrome atau DiGeorge Syndrom.

Baca Juga: Penyebab Kelainan Jantung Bawaan Asianotik.

Gejala

Gejala yang terjadi sangat beragam, tergantung pada sejauh mana gangguan aliran darah yang keluar dari ventrikel kanan ke paru-paru. Ciri dan gejala yang menyertai kelainan ini diantaranya:

  1. Perubahan warna kulit yang disebabkan kurangnya kadar oksigen dalam darah (sianosis).
  2. Nafas pendek dan cepat, terutama ketika makan atau beraktifitas.
  3. Kehilangan kesadaran (pingsan).
  4. Penebalan pada ujung jemari karena menebalan tulang atau kulit di sekitar kuku serta bentuk abnormal dari kuku (bulat dan cembung).
  5. Berat badan rendah atau keterlambatan perkembangan.
  6. Mudah marah dan rewel.
  7. Kerap menangis dalam jangka waktu yang lama.
  8. Bibir dan mulut mengeluarkan lendir.
  9. Mudah lelah.

Terkadang, bayi yang menderita penyakit ini mengalami perubahan warna menjadi biru gelap pada kulit, kuku, dan bibir setelah makan, menangis, atau gelisah. Hal ini disebut tet spell, dimana kadar oksigen dalam darah turun secara drastis. Tet spell umum terjadi pada bayi sekitar umur 2 hingga 4 bulan.

Sponsors Link

Sedangkan gejala pada balita dan anak-anak adalah mereka akan jongkok ketika nafasnya pendek karena posisi ini membuat mereka nyaman. Dan para ahli mengatakan bahwa posisi jongkok meningkatkan aliran darah ke paru-paru. Segera bawa anak Anda ke dokter jika mereka mengalami gejala-gejala tersebut.

Baca juga: Penyebab Aritmia Jantung pada AnakJantung Rematik Pada Anak.

Cara Mengatasi

Jika Anda sudah mengetahui kelainan jantung tetralogi fallot pada bayi Anda, langkah terbaik adalah melakukan prosedur perbaikan jantung, karena jika dibiarkan begitu saja maka bayi Anda akan terganggu tumbuh kembangnya. Namun sebelum melakukan prosedur pembedahan jantung, ada beberapa proses diagnosa yang perlu dilalui:

  1. Tes darah untuk memastikan jumlah sel darah dan hemoglobin.
  2. Memastikan kinerja, struktur, ketebalan, dan pergerakan jantung.
  3. Elektrokardiogram (EKG) untuk Memastikan aktifitas listrik otot jantung.
  4. Rontgen dada untuk memastikan bentuk jantung dan posisi arteri dan aorta.
  5. Kateterisasi jantung untuk memastikan struktur jantung, tekanan darah dan kadar oksigen di tiap bilik dan pembuluh darah.
  6. Pulse Oximetry untuk memastikan kadar oksigen dalam darah.

Baca Juga: Fungsi EKG Jantung.

Semua proses diagnosa tidak bisa dilakukan dalam satu hari, dan penentuan tanggal pembedahan pun belum tentu cepat, selama masa ini, ada yang tetap bisa Anda lakukan untuk mendampingi anak Anda, yaitu:

  1. Jalankan himbauan dokter jika ada pola makan tertentu untuk anak Anda.
  2. Catat semua gejala kelainan jantung tetralogi fallot pada anak Anda.
  3. Minta anggota keluarga lain untuk menemani Anda saat bertemu dokter, sebab Anda pun perlu dukungan dalam menghadapi ini.
  4. Beri makan anak Anda dengan perlahan, dalam porsi sedikit tapi sering.
  5. Jangan lepaskan pengawasan karena anak Anda memerlukan bantuan ketika ia terserang tet spell atau sianosis. Caranya, tidurkan pada posisi miring dan tempelkan lutut pada dada, hal ini akan meningkatkan aliran darah ke jantung.

Metode Penanganan

Satu-satunya cara untuk menangani adalah pembedahan,  namun ada dua jenis pembedahan yang akan dilakukan, tergantung pada kebutuhan pasien, yaitu:

  • Pembedahan Jantung

Pembedahan ini umumnya dilakukan di tahun pertama pada bayi yang terdiagnosis kelainan jantung tetralogi fallot. Pada prosedur ini, lubang antara bilik kiri dan kanan akan ditutup, lalu memperbaiki atau mengganti arteri pulmonalis agar melebar sehingga aliran darah ke paru-paru meningkat.

Sponsors Link

  • Pembedahan Sementara

Terkadang ada beberapa kondisi, dimana bayi memerlukan pembedahan sementara sebelum pembedahan jantung. Kondisi yang dimaksud adalah ketika bayi terlahir prematur atau arteri pulmonalisnya tidak terbentuk cukup matang, maka perlu melakukan pemasangan stunt (alat khusus berbentuk selang) untuk menghubungkan aorta dengan arteri pulmonalis agar aliran darah ke paru-paru bisa meningkat.

Pasca operasi, anak bisa beraktifitas normal dengan berkurangnya gejala, namun operasi tersebut mungkin mengakibatkan efek samping berupa aritmia, pelebaran pangkal aorta, infeksi, kegagalan pembedahan jantung. Untuk menghindarinya, anak yang telah menjalani prosedur pembedahan jantung karena tetralogi fallot harus selalu berada di bawah pengawasan para praktisi kesehatan jantung.

Baca juga: Efek Pasang Ring Jantung.

Cara Mencegah

Karena penyebab kelainan jantung tetralogi fallot belum bisa dipastikan, maka cara terbaik untuk mencegahnya adalah dengan mengurangi resikonya, yaitu:

  • Rencanakan Kehamilan

Ketika calon ibu masih di usia 20-an, lebih baik segera merencanakan kehamilan. Karena wanita pada usia ini memiliki banyak kelebihan yang mendukung kehamilan, yaitu tingkat kesuburan yang tinggi, produksi sel telur yang optimal dan berkualitas, rendahnya resiko cacat janin, serta stamina ibu yang masih sangat baik untuk merawat bayi.

  • Melakukan Tes TORCH Sebelum Hamil

TORCH adalah singkatan dari toxoplasmosis, rubella, cytomegalovirus, dan hermes simplex. Pemeriksaan ini menggunakan darah untuk mendeteksi keempat penyakit infeksi yang membahayakan janin, mulai dari perkembangan abnormal janin hingga keguguran.

  • Perhatikan Asupan Makan dan Minum Ibu Hamil

Asupan ibu hamil adalah juga asupan bagi janin, asupan yang buruk meningkatkan resiko cacat janin dan keguguran serta proses kelahiran yang beresiko. Sedangkan asupan yang baik mengoptimalkan perkembangan janin dan proses kelahiran yang lancar.

Demikian penjelasan mengenai kelainan jantung tetralogi fallot. Semoga bermanfaat untuk Anda dan jaga selalu jantung Anda.

Sponsors Link
, , , , , , ,
Oleh :
Kategori : Penyebab