Sponsors Link

Miokarditis: Pengertian, Penyebab, Gejala, Penanganan, dan Pencegahan

Sponsors Link

Penyakit jantung. Siapa sih yang tidak tahu penyakit satu ini? Penyakit jantung adalah salah satu penyakit yang menjadi momok untuk banyak orang dan merupakan salah satu penyebab kematian terbesar pada masyarakat Indonesia. Namun siapa sangka jika usia harapan hidup di Indonesia juga meningkat? Yup, Indonesia mengalami kemajuan selama 25 tahun terakhir di mana angka usia harapan hidupnya meningkat dan angka dari berbagai penyakit juga menurun; seperti menurunnya angka kematian bayi saat kelahiran, TBC, diare, dan lain-lain. Meskipun angka beberapa penyakit menurun, kita tetap perlu mewaspadai beberapa penyakit yang sering kali menjadi momok untuk kita, seperti penyakit stroke, kanker, diabetes, hipertensi ataupun penyakit jantung. Sebuah studi yang dilakukan Global Burden of Disease (Studi Beban Penyakit) menyatakan bahwa pada tahun 2016, angka harapan hidup pria di Indonesia hingga adalah hingga 69,8 tahun dan hal ini menunjukkan adanya peningkatan dari satu dekade lalu. Lalu bagaimana dengan wanita di Indonesia? Untuk wanita sendiri, penelitian ini menunjukkan bahwa angka harapannya mencapai hingga 73,6 tahun yang mengalami peningkatan sebanyak 3,4 tahun daripada satu dekade sebelumnya.

ads

Pertanyaan yang sering muncul berikutnya ketika kita mendengar mengenai penyakit jantung adalah siapa saja yang bisa mengalaminya. Jawabannya semua orang, alias penyakit jantung ini tidak memandang bulu – dari wanita hingga pria dan dari yang muda hingga mereka yang sudah berusia lanjut. Sebuah penelitian yang dilakukan para peneliti di University of Leeds dan Karolinska Insititute di Swedia yang melibatkan 180.368 penderita serangan jantung menunjukkan bahwa wanita dua kali lipat lebih berisiko meninggal akibat serangan jantung daripada pria. Hal ini diduga adanya perbedaan penanganan pada pasien wanita dan pria, di mana wanita lebih kecil kemungkinannya mendapat penanganan berupa operasi bypass ataupun stent. Bukan hanya itu saja, penelitian ini juga menunjukkan bahwa sebanyak 24 persen wanita lebih sedikit mendapat obat statin dan 16 persen lebih sedikit kemungkinannya diberikan obat aspirin. Bahkan berdasarkan laporan Cardiovascular Risk and Diseases in Australia Women menunjukkan jika setidaknya 3,3 juta perempuan meninggal akibat penyakit kardiovaskuler dan penyakit jantung menjadi penyebab utama kematian tertinggi wanita setidaknya 31 ribu kematian tiap tahunnya.

Apa benar penyakit jantung ini juga bisa menyerang mereka yang masih berusia muda? Yup, penyakit jantung bukanlah suatu hal yang asing lagi bagi mereka yang berada pada usia sekitar 20 tahun. Kebiasaan buruk merokok dan pola hidup anak yang kurang sehat adalah salah satu pemicu timbulnya penyakit jantung sejak dini. Namun apa hanya itu yang menyebabkan timbulnya penyakit jantung? Tentu saja tidak! Faktor genetik juga berpengaruh besar terhadap risiko anak mengalami penyakit jantung atau tidak ketika beranjak dewasa lho. Yang benar nih? Sebuah penelitian menunjukkan jika salah satu orang tua mengalami penyakit jantung maka 48 persen kemungkinan anak juga akan memiliki penyakit jantung juga ketika dewasa – atau bahkan anak-anak dan begitu pula dengan saudaranya. Lalu apa jadinya jika kedua orangtua sama-sama memiliki penyakit jantung? Tentu saja hal ini akan memperbesar kemungkinan anak mengalami penyakit jantung, lebih tepatnya enam kali lebih besar daripada anak yang orangtuanya sama sekali tidak memiliki riwayat penyakit jantung. Angka yang cukup menakjubkan bukan?

Seperti yang kita tahu, jenis penyakit jantung bermacam-macam jenisnya, seperti penyakit jantung bawaan, penyakit kawasaki, dan lain-lain. Kita harus mengenali betul jenis penyakit jantung apa yang kita punya sehingga penanganannya pun tepat. Nah pada kesempatan kali ini, kita akan membahas salah satu jenis penyakit jantung yaitu miokarditis. Siapa hayo yang masih asing dengan jenis penyakit yang satu ini? Atau siapa yang sudah tahu atau mendengar tentang penyakit yang satu ini? Memangnya apa sih perbedaan antara miokarditis dengan jenis penyakit jantung lainnya? Nah daripada tambah penasaran, yuk kita simak penjelasan yang satu ini!

Miokarditis

Miokarditis adalah salah satu penyakit yang ditandai dengan adanya peradangan pada otot jantung ataupun pada lapisan otot dinding jantung (miokardium) dan otot inilah yang bertugas untuk memompa darah yang masuk dan keluar dari jantung ke seluruh bagian tubuh. Memang apa akibatnya jika otot jantung ini meradang? Hal ini tentu saja berdampak sangat fatal lho! Peradangan yang terjadi pada otot jantung menyebabkan darah tidak akan terpompa dengan baik, irama detak jantung yang menjadi tidak teratur, nyeri dada hingga mengalami sesak nafas, pembekuan darah pada arteri, kerusakan pada jantung, bahkan hingga timbulnya penyakit lain seperti stroke. Miokarditis juga sering kali dikenal dengan istilah inflamasi kardiomiopati, dan sebagian besar kasus ini tergolong ringan namun juga tidak menutup kemungkinan kasus penyakit miokarditis yang parah juga menyebabkan komplikasi yang serius.

Siapa saja yang bisa mengalami penyakit miokarditis? Seperti yang kita bicarakan sebelumnya, penyakit jantung tidak memandang bulu untuk menyerang siapa saja, alias bisa pria dan wanita serta tidak memandang usia. Hal ini juga berlaku untuk penyakit miokarditis dan sekitar 20 persen penderita penyakit miokarditis ini dialami oleh anak muda. Apabila penanganan penyakit miokarditis ini terlambat, tentu saja bisa berujung pada kematian. Tentu saja kita tidak ingin hal ini terjadi bukan?

Penyebab Miokarditis

Mengetahui penyebab dari suatu penyakit merupakan suatu hal yang penting sehingga kita bisa menghindari berbagai penyebab tersebut dan tentu saja hal ini berarti meminimalisir timbulnya penyakit yang berbahaya pada tubuh kita. Lalu, kira-kira apa saja penyebab dari penyakit miokarditis ini? Berikut adalah penjelasan lebih lanjut mengenai hal apa saja yang bisa menyebabkan penyakit miokarditis:

  • Virus merupakan salah satu penyebab utama penyakit miokarditis sering menyerang seseorang. Jenis virus ini sendiri bermacam-macam, seperti virus rubella (campak), echoviruses (penyakit gastrointestinal), adenovirus (menyebabkan flu), coxsakie virus B, ataupun parvovirus B19 (menyebabkan timbulnya ruam fifth disease);
  • Bakteri. Merupakan salah satu penyebab penyakit miokarditis juga namun bisa dibilang cukup jarang. Terdapat dua bakteri utama penyebab munculnya penyakit miokarditis yaitu staphylococcus dan stresptococcus;
  • Terjadinya infeksi jamur. Infeksi jamur ternyata juga merupakan salah satu penyebab munculnya penyakit miokarditis lho! Infeksi dari jamur candida serta mold adalah salah satu pemicu terbesar munculnya penyakit miokarditis pada seseorang

Gejala Miokarditis

Miokarditis sering kali dikenal sebagai salah satu penyakit yang jarang memunculkan gejala atau justru gejalanya mirip dengan gejala penyakit lain, seperti gejala pada penyakit flu, demam, pembengkakan sendi, ataupun rasa nyeri pada dada. Bahkan bukan suatu hal yang asing lagi jika penyakit ini hilang sendiri tanpa dilakukan suatu penanganan sehingga biasa dikategorikan sebagai penyakit jantung yang ringan. Namun hal ini akan berbeda apabila penyakit miokarditis sudah memasuki tahap parah yang berarti dapat menyebabkan kompikasi – lebih tepatnya merusak otot jantung dan bisa beurujung pada kematian. Tentu saja kita tidak ingin hal ini terjadi bukan?

Mengetahui gejala dari suatu penyakit merupakan hal yang penting sehingga kita segera melakukan penanganan dan tidak akan terjadi komplikasi dari penyakit tersebut. Selain itu, kita juga perlu memperhatikan dan mengetahui betul gejala dari suatu penyakit hingga penanganan yang kita berikan tepat dan meminimalisir risiko terjadinya salah penanganan. Lalu apa saja sih gejala dari penyakit miokarditis ini? Nah daripada tambah penasaran, yuk kita simak penjelasan yang satu ini!

  • Rasa nyeri pada dada. Nyeri dada di sini biasa disertai dengan rasa sesak nafas dan badan yang berkeringat karena rasa cemas yang berlebih ketika kita mengalami hal ini. Bukan hanya itu saja, tubuh juga akan terasa lemas dan detak jantung yang menjadi tidak beraturan juga biasa menyertai nyeri dada;
  • Aritmia jantung. Merupakan kondisi di mana irama detak jantung berubah dengan tiba-tiba dan hal ini akan menyebabkan rasa nyeri pada dada. Pada orang yang mengalami gejala ini, irama detak jantung yang biasanya normal akan menjadi cepat dan berdebar-debar – bahkan bisa mencapai 400 detak jantung tiap menitnya.;
  • Terjadinya pembengkakan pada tungkai kaki, pergelangan kaki, serta telapak kaki karena cairan yang menumpuk pada bagian kaki. Pembengkakan pada kaki ini bisa disebabkan oleh beberapa hal, dan salah satunya adalah karena efek samping obat atau pembekuan darah. Pembekuan darah ini mengakibatkan aliran darah dari kaki ke jantung terhambat dan tentu saja hal ini menyebabkan kinerja jantung juga terganggu;
  • Mengalami kelelahan yang berlebih meskipun tidak beraktivitas berat alias menguras tenaga. Kelelahan ini biasa muncul tiba-tiba dan biasanya juga disertai sesak nafas sata kita baru bangun tidur ataupun dalam posisi tidur terlentang.;
  • Nafas yang menjadi pendek-pendek meskipun tidak melakukan aktivitas apapun atau sedang dalam kondisi istirahat. Nafas pendek ini sering kali kita kenal dengan dyspnea dan hal ini biasanya disebabkan adanya gangguan pada pemompaan darah di jantung yang berujung pada penumpukan air pada paru-paru. Meskipun nafas menjadi pendek, biasanya hal ini tanpa disertai rasa sakit pada dada;
  • Mengalami gagal jantung kongestif. Kondisi ini merupakan di mana jantung tidak bisa memenuhi kebutuhan darah ke seluruh organ pada tubuh dan hal ini mneyebabkan darah menggenang pada jantung dan berujung pada tersumbatnya organ atau jaringan karena menggenangnya darah pada sistem peredaran darah. Kondisi yang satu ini bisa dialami siapa saja alias mulai dari yang muda hingga mereka yang sudah berusia lanjut sehingga kita perlu lebih waspada;
  • Mengalami nyeri sendi. Bukan hanya nyeri pada sendi, penderita jantung biasanya juga mengalami nyeri pada bahu. Sebuah penelitian menunjukkan bahwa terjadinya peradangan sendi memicu terjadinya serangan jantung, insiden fibrilasi atrium, bahkan stroke.

Penanganan Miokarditis

Sebelum kita membahas lebih jauh mengenai penanganan apa yang tepat untuk penyakit miokarditis ini, ada baiknya kita mengetahui beberapa jenis penyakit miokarditis terlebih dahulu. Penyakit miokarditis terbagi menjadi beberapa jenis, dan antara satu jenis dengan jenis lainnya memiliki perbedaan. Memangnya apa sih perbedaan antara satu jenis penyakit miokarditis dengan jenis lainnya? Lalu ada berapa jenis penyakit miokarditis? Nah berikut adalah beberapa jenis penyakit miokarditis:

  • Miokarditis akut

Jenis penyakit miokarditis yang pertama adalah miokarditis akut, di mana jenis ini pada umumnya dialami oleh mereka yang berada pada usia 20-an dan bagi mereka yang berjenis kelamin pria. Penyebab munculnya miokarditis akut ini biasanya disebabkan oleh infeksi virus dan pasien berisiko mengalami payah jantung kongestif apabila mereka tidak segera mendapat penanganan atau penanganan yang dilakukan kurang tepat. Pasien dengan jenis miokarditis yang satu ini dapat sembuh total sesudah 6 bulan terhitung dari masa pengobatan.

  • Rapidly progressive myokarditis

Jenis penyakit miokarditis yang kedua ini sering kali dialami bagi mereka yang sudah berusia paruh baya – lebih tepatnya berada pada sekitar usia 35-an. Berbeda dengan jenis penyakit miokarditi sebelumnya, penyakit ini akan semakin parah dalam jangka waktu yang cukup lama alias bisa membutuhkan waktu hingga bertahun-tahun. Kematian juga bisa dialami oleh penderita apabila penyakit ini tidak kunjung sembuh dalam jangka waktu tiga tahun.

  • Miokarditis kronik

Miokarditis kronik adalah jenis penyakit miokarditis yang terakhir dan berbeda dengan dua jenis miokarditis sebelumnya, jenis yang satu ini lebih banyak dialami wanita yang berusia paruh baya. Gejala pada penyakit ini sering ditandai dengan jantung yang melemah dan tentu saja kinerja jantung yang tidak optimal.

Setelah mengenal tiga jenis penyakit miokarditis lebih detail, sekarang saatnya kita membahas mengenai penanganan apa yang dapat kita lakukan untuk penyakit miokarditis yang pastinya harus segera dilakukan untuk meminimalisir terjadinya komplikasi penyakit. Apa saja ya penanganan yang tepat untuk penyakit miokarditis ini? Nah daripada tambah penasaran, yuk kita simak penjelasan yang satu ini!

  • Pemberian obat-obatan

Pemberian obat di sini biasanya berupa obat anti radang yang berfungsi untuk mengurangi peradangan pada otot jantung dan perlahan-lahan penyakit miokarditis ini akan hilang dengan sendirinya (dengan bantuan anti-biotik ataupun korticosteroid). Bukan hanya diberi anti-biotik, obat diuretik berfungsi untuk mengeluarkan cairan berlebih yang terdapat pada tubuh seseorang. Pemberian obat ini tentu saja berdasarkan tingkat keparahan penyakit miokarditis pada seseorang, apabila sudah memasuki tahap lebih parah maka tentu saja perlu dilakukan tindakan lain;

  • Alat pacu jantung dan defribelator

Pengobatan penyakit miokarditis berikutnya adalah dengan menggunakan alat pacu jantung dan defribelator, di mana kedua hal ini merupakan penanganan yang akan diberikan dokter ketika pemberian obat-obatan sudah kurang efektif untuk penderita penyakit miokarditis. Pemasangan alat pacu jantung ini biadanya direkomendasikan untuk mereka yang detak jantugnya tidak beraturan. Pemasangan alat jantung ini melalui pembedahan dan pasien akan diberikan bius lokal karena sobekan yang diperlukan tidak terlalu besar. Lalu bagaimana dengan defribelator? Defribelator merupakan alat yang berfungsi untuk memberikan terapi energi listrik pada tubuh kita dan hal ini berfungsi untuk mencegah penyakit jantung menjadi memasuki tahap kritis, mengembalikan detak jantung kembali normal lagi, dan lain-lain.

  • Transplantasi jantung

Penanganan yang satu ini akan dilakukan ketika jantung pasien sudah mengalami keruskaan. Transplantasi jantung sendiri sering kali dikenal dengan cangkok jntung, dan hal ini merupakan suatu penanganan di mana ahli akan mengganti jantung pasien yang sakit dengan jantung pendonor sehingga pasien bisa tetap hidup. Pasien yang mendapat penanganan berupa transplantasi jantung ini sebanyak 80% akan mampu bertahan hidup setidaknya dua tahun setelah operasi dan 70% bertahan hidup setelah lima tahun dilakukannya operasi. Proses penyembuhan dari transplantasi jantung ini bisa dibilang cukup lama karena setidaknya pasien akan membutuhkan waktu sekitar enam bulan dan perlu untuk tinggal di rumah sakit terlebih dahulu selama kurang lebih 1-3 minggu dan tentu saja hal ini tergantung pada kondisi masing-masing pasien.

Cara Pencegahan Miokarditis

Mencegah lebih baik daripada menyembuhkan. Tentu saja kita tidak asing dengan istilah yang satu itu bukan? Yup seperti yang kita tahu, alangkah baiknya kita bisa mencegah suatu penyakit datang pada kita karena hal ini berarti kita tidak perlu melakukan pengobatan yang sekiranya justru berdampak pada kesehatan ginjal. Lalu bagaimana cara mencegah miokarditis yang tepat ya?

  • Melakukan olahraga secara rutin, seperti yang pastinya juga efektif untuk menjaga kesehatan jantung. Menjaga berat badan tetap ideal merupakan salah satu cara meminimalisir risiko datangnya penyakit serius pada tubuh seseorang;
  • Melakukan pola makan yang sehat, hal ini perlu kita lakukan karena orang dengan tekanan darah dan kadar kolesterol yang tinggi cenderung berisiko mengalami penyakit jantung. Sebaliknya, pola makan yang sehat mampu meperbaiki kadar hipertensi atau kolesterol tinggi pada tubuh kita;
  • Berhenti melakukan kebiasaan buruk yang dapat membahayakan kesehatan tubuh khususnya kesehatan jantung kita, seperti menghentikan kebiasaan merokok, mengonsumsi minuman beralkohol, bahkan penggunaan narkoba;
  • Mengendalikan stres, seperti yang kita tahu stres bukanlah suatu hal yang bisa dicegah namun kita bisa mengendalikan hal ini dengan melakukan hal-hal yang positif dan melakukan jeda dari penatnya aktivitas kita sehari-hari.
Sponsors Link

Nah itu tadi adalah penjelasan mengenai miokarditis. Pastinya bukan suatu hal yang sulit untuk dipahami bukan? Sekarang pun kita tidak akan keliru mengenali penyakit ini dengan jenis penyakit jantung lainnya, sehingga kita dapat segera melakukan penanganan dan jantung dapat kembali sehat. Satu hal yang perlu kita ingat adalah untuk terus menjaga dan melakukan pola hidup yang sehat untuk meminimalisir risiko datangnya berbagai penyakit mematikan untuk tubuh kita. Nah jadi, apa kalian masih menunda untuk melakukan pola hidup yang sehat? Yuk kita mulai dari sekaranf!

Sponsors Link
, , , , , ,
Oleh :
Kategori : Medis