Sponsors Link

19 Ciri-Ciri Jantung Bengkak dan Bahayanya

Sponsors Link

Jantung bengkak dalam istilah medisnya adalah kardiomegali. Dilansir dari wikipedia.org, jantung bengkak adalah kondisi jantung yang membesar. Dan jantung bengkak sendiri bukanlah penyakit melainkan ciri fisik yang menyertai penyakit atau kondisi lain, seperti:

ads
  1. Tekanan darah tinggi, jantung harus memompa darah lebih berat karena hipertensi sehingga otot jantung membesar dan menebal.
  2. Penyakit katup jantung, kerusakan katup jantung seperti demam rematik, cacat bawaan, infeksi endokarditis, kelainan jaringan ikat, dan pengobatan kanker.
  3. Penebalan dan kekakuan pada otot jantung.
  4. Hipertensi pulmonalis, adalah tekanan darah tinggi hanya pada arteri pulmonalis.
  5. Efusi perikardial, adalah akumulasi cairan pada perikardium jantung.
  6. Kondisi kekurangan darah yang dimaksud adalah kondisi yang sudah kronis dan tidak tertangani.
  7. Kelainan tiroid, baik tiroid yang kurang aktif atau hipotiroid atau pun tiroid yang terlalu aktif atau hipertiroid.
  8. Hemokromatosis, adalah kondisi dimana tubuh tidak mampu memetabolisme zat besi dengan baik.
  9. Amiloidosis, adalah protein abnormal yang menumpuk di jantung.

Baca juga:

Pembesaran dinding jantung ini dapat meningkat seiring waktu, tetapi di sisi lain, banyak dari penderita dinding jantung membutuhkan perawatan seumur hidup dengan obat-obatan.

Ciri-Ciri Jantung Bengkak

Dikutip dari medicinenet.com, sebenarnya, ciri-ciri jantung bengkak tergantung pada penyakit atau kondisi lain yang menyertainya, akan tetapi secara umum, ciri-ciri yang umum muncul pada penderita jantung bengkak adalah sebagaimana pembahasan di bawah ini:

1. Edema

Edema adalah pembengkakan kasat mata yang disebabkan oleh kelebihan cairan di dalam jaringan tubuh. Edema biasanya penyerang bagian tubuh seperti kaki, pergelangan kaki, dan/atau lengan. Edema yang muncul bersamaan pada bagian tubuh yang berbeda-beda disebut edema periferal, sedangkan edema yang muncul pada kaki disebut edema pedal. Pembengkakan ini merupakan hasil dari akumulasi kelebihan cairan di bawah kulit yang mengisi di antara jaringan-jaringan.

Semua jaringan dalam tubuh terdiri dari sel, pembuluh darah, dan perekat jaringan yang berfungsi menempelkan sel yang disebut interstitium. Pada keadaan normal, cairan tubuh yang tidak berada di dalam sel akan disimpan pada dua tempat, pertama, di dalam pembuluh darah sebagai cairan atau serum dalam darah, dan kedua, disimpan di dalam interstitial (bukan di dalam sel). Pada jantung bengkak, kelebihan cairan ini akan bertumpuk di dalam dua tempat tadi.

Baca juga: Operasi Jantung Bocor

2. Lingkar Pinggang Meningkat

Selain edema pada tungkai, pembengkakan juga bisa terjadi pada daerah perut, atau istilah medisnya abdomal girth. Lebar lingkar pinggang yang sehat untuk pria adalah di bawah 90 cm, sedangkan untuk wanita adalah di bawah 80 cm. Selain untuk memonitor berat badan, ternyata lingkar pinggang juga dapat dijadikan patokan kesehatan liver, usus, atau jantung.

Baca juga: Penyebab Jantung Bocor pada Bayi

3. Peningkatan Berat Badan

Peningkatan berat badan yang dimaksud bukanlah peningkatan berat badan yang dikarenakan kelebihan lemak ataupun massa otot, melainkan kelebihan cairan di dalam tubuh seperti yang sebelumnya artikel ini bahas di atas.

4. Aritmia

Aritmia adalah gangguan irama jantung yang tidak teratur, atau juga bisa disebut disritmia. Irama jantung normal adalah 50 hingga 100 detak per menit. Namun, pada seseorang dengan jantung bengkak, kinerja jantungnya tidak lagi optimal sehingga aritmia ini pun kerap muncul.

Sponsors Link

Baca juga:

5. Palpitasi

Palpitasi adalah ketika seseorang merasakan sensasi tidak nyaman seakan-akan mereka mendapatkan detak jantung yang cepat, kuat, dan/atau tidak beraturan. Jantung memiliki dua tahap pemompaan elektrikal yang berfungsi untuk mensirkulasikan darah ke organ dan ke jaringan tubuh. Sistem elektrikal jantung ini membuat otot jantung berdetak secara berkesinambungan untuk mengoptimalkan kekuatan pompa ventrikel, bilik bagian bawah jantung, dan juga untuk memastikan bahwa tersedia jumlah darah yang sesuai untuk disirkulasikan.

Bilik bagian atas jantung yang disebut atrium, mengambil darah dari tubuh dan paru-paru, lalu memompanya ke vetrikel. Maka dibutuhkan jeda agar ventrikel terisi darah dari atrium dan kemudian memompa darah kembali ke tubuh dan paru-paru guna menyempurnakan sirkulasi darah. Sistem elektrikal jantunglah yang memungkinkan semua ini terjadi sehingga setiap bilik dapat berkontraksi tepat pada saatnya.

Node sinoatrial (SA node) adalah kumpulan dari beberapa sel khusus yang terdapat di dalam otot jantung bagian atrium kiri. Mereka berfungsi sebagai pacu jantung dengan menciptakan impuls elektrikal sebanyak 60 hingga 80 kali per menit. Impuls elektrikal ini berupa sinyal yang dikirim ke semua otot atrial untuk berkontraksi bersamaan memompa darah dari atrium menuju ventrikel.

Pada saat yang sama, impuls elektrikal juga dikirim ke node atrioventrikular (AV node) yang terletak di antara atrium dan ventrikel. AV node berfungsi sebagai pemacu kontraksi dan sekaligus sebagai penunda kontraksi selama setengah detik agar ventrikel dapat terisi dengan darah dari atrium. Kemudian, AV node mengirimkan sinyal ke seluruh otot ventrikel untuk berkontraksi dan menciptakan satu setengah detak jantung yang memompa darah ke seluruh tubuh.

Setiap sel dari otot jantung berpotensi menciptakan sinyal elektrikal yang bisa menggagalkan kontraksi pada bilik. Pada kondisi jantung bengkak, SA node bisa saja mengalami disfungsi, jika hal ini terjadi, sel atrium lain akan mencoba untuk berkontraksi, bilamana usaha ini tetap gagal maka AV node akan berfungsi sebagai pemacu jantung, namun biasanya hanya akan mampu menciptakan 40 detak per menit.

Baca juga: Penyebab Jantung Berdebar saat Tidur, Cara Mengatasi Jantung Berdebar-debar

6. Mudah Lelah

Mudah lelah atau rasa kelelahan berlebih merupakan ciri umum dari kelainan jantung termasuk jantung bengkak karena jantung tidak mampu mendistribusikan darah kaya oksigen yang memadai ke seluruh tubuh termasuk organ dan jaringan. Padahal sel tubuh memerlukan pasokan nutrisi dan oksigen pada interval yang sesuai dengan irama jantung normal. Ketika pasokan yang datang kurang memadai maka energi yang dihasilkan sel pun berkurang sehingga berimbas pula pada energi tubuh secara keseluruhan.

Sponsors Link

Baca juga: Penyakit Jantung Koroner

7. Nafas Pendek

Tubuh manusia dengan berat rata-rata 70 kg akan bernafas sekitar 14 tarikan nafas per menit. Dan tarikan nafas yang cepat atau nafas pendek disebut juga hiperventilasi. Nafas pendek pada seseorang dengan jantung bengkak, biasanya diawali dengan kelelahan sehingga secara tidak sadar paru-paru akan mencoba untuk mengambil udara lebih banyak dengan berkontraksi lebih cepat. Tujuannya adalah agar pasokan oksigen dari paru-paru ke jantung pun akan meningkat sehingga sel tubuh dapat memenuhi asupan oksigennya.

Baca juga: Penyebab Jantung Kekurangan Oksigen

8. Nyeri Dada

Yang tubuh rasakan saat tubuh kekurangan asupan nutrisi dan oksigen adalah mudah lelah atau lemas, akan tetapi ketika jantung yang mengalami hal ini, maka bukan lelah yang terasa di jantung, melainkan nyeri dada. Semakin kurang asupan nutrisi dan oksigen pada otot jantung maka semakin tajam pula nyeri dada yang akan dirasakan.

9. Pingsan

Berbeda efek kekurangan nutrisi dan oksigen untuk tubuh dan jantung, maka berbeda juga efeknya pada otak. Otak yang kekurangan sedikit saja oksigen akan merespon pusing atau kepala yang terasa ringan. Jika kekurangan oksigen berlanjut, maka otak akan kehilangan kesadarannya. Baca juga: Penyakit Jantung Anemia.

Bahaya Jantung Bengkak

1. Gagal Jantung

Pembesaran pada ventrikel kiri meningkatkan resiko gagal jantung, dimana jantung gagal atau tidak mampu menyuplai jumlah darah yang memadai ke seluruh tubuh. Baca juga: Cara Pencegahan Gagal Jantung Kongestif.

2. Penggumpalan Darah

Memiliki jantung bengkak membuat Anda akan lebih rentan membentuk penggumpalan darah di lapisan jantung. Jika penggumpalan ini memasuki pembuluh darah, maka akan menghalangi aliran darah ke organ vital, bahkan bisa menyebabkan serangan jantung. Penggumpalan yang terjadi di sisi kanan jantung dapat berpindah ke paru-paru, dan mengakibatkan kondisi yang membahayakan tubuh bernama embolisme pulmonalis.

ads

3. Murmur Jantung

Jantung bengkak akan menyebabkan katup mitral dan katup trikuspid tidak dapat menutup dengan sempurna karena kedua katup ini pun mengalami pembesaran. Hal ini dapat mengakibatkan murmur jantung. Baca juga: Penyebab Murmur Jantung, Operasi Katup Jantung Mitral.

4. Kematian Mendadak

Jantung bengkak dapat mengganggu irama jantung. Irama jantung yang terlalu lambat atau terlalu cepat bisa berujung pada kehilangan kesadaran hingga pada sebagian kasus fatal menyebabkan kematian mendadak.

Pencegahan Jantung Bengkak

1. Berhenti Merokok

Merokok sangat buruk untuk tubuh termasuk jantung, bahkan resiko yang dihadirkan rokok bukan hanya jantung bengkak tetapi juga penyakit jantung lain. Baik Anda perokok aktif ataupun perokok pasif, keduanya sama buruknya. Perokok pasif adalah orang-orang yang terpapar asap rokok tanpa menghirup rokok, baik menghirup langsung asap rokok ataupun menghirup dari residu dari pakaian.

2. Mengatur Pola Makan

Pola makan yang sehat adalah salah satu kunci untuk mencegah jantung bengkak karena menghindarkan tubuh Anda dari kolesterol jahat (LDL), lemak jenuh, dan gula berlebih, pada saat yang sama memberikan tubuh Anda kolesterol baik (HDL), lemak tak jenuh, vitamin, dan mineral.

Yang sebaiknya Anda hindari adalah gorengan, jeroan, kulit, manis-manisan, serta makanan dan minuman manis/gurih beli. Sebaliknya, pindahkan menu Anda pada makanan seperti ikan berlemak (salmon, sarden, lele, atau patin), kacang, buah, dan sayuran.

Baca juga: Gaya Hidup Jantung Sehat.

3. Mengontrol Diabetes

Jika Anda sudah memiliki diabetes, maka resiko Anda memiliki jantung bengkak lebih besar, maka untuk menghindarinya, laksanakanlah gaya hidup bagi penderita diabetes yang disarankan dokter. Baca juga: Menu untuk Jantung Sehat.

4. Hindari Alkohol

Alkohol pun buruk untuk tubuh selain resiko kecanduannya, juga kandungan dalam alkohol yang buruk untuk jantung jika Anda ketergantungan.

5. Konsultasi Dokter

Jika wanita hamil dan Anda dan/atau suami memiliki penyakit jantung, maka Anda harus mengkonsultasikannya kepada dokter kandungan, karena calon bayi Anda beresiko akan memiliki penyakit jantung bawaan, dengan konsultasi, maka dokter Anda akan dapat membantu untuk mengurangi resikonya. Baca juga: Kebiasaan yang Merusak Jantung.

6. Olahraga

Jantung bengkak bisa dihindari dengan memiliki jantung yang kuat, untuk mendapatkan jantung yang kuat Anda harus melatih otot jantung dengan olahraga rutin tingkat menengah 30 menit setiap hari dan olahraga berat rutin 10 menit tiap dua minggu sekali. Baca juga: Olahraga Penguat Jantung.

Sekian ulasan mengenai ciri-ciri jantung bengkak yang harus Anda waspadai, sebelum Anda mengalaminya sebaiknya mencintai jantung Anda dengan melakukan pencegahan, semoga artikel ini bermanfaat.

Sponsors Link
, , , , ,
Oleh :
Kategori : Medis