Sponsors Link

18 Tanda Serangan Jantung Ringan dan Cara Mengatasinya

Sponsors Link

Serangan jantung terjadi karena aliran darah ke jantung terhalangi, umumnya karena timbunan lemah, kolesterol dan substansi lainnya yang membentuk plek pada pembuluh darah terutama yang menyuplai darah ke jantung (arteri koroner). Aliran darah yang terinterupsi mampu merusak atau menghancurkan bagian dari otot jantung. Serangan jantung dalam bahasa medis disebut infark miokard.

ads

Terdapat beberapa faktor resiko yang meningkatkan seseorang terkena serangan jantung. Berikut ialah beberapa faktor resiko tersebut:

  • Umur; pria lebih dari 45 tahun dan wanita lebih dari 55 tahun
  • Rokok; perokok aktif dan pasif yang terkena eksposur jangka panjang
  • Tekanan darah tinggi
  • Kolesterol tinggi
  • Diabetes mellitus
  • Riwayat keluarga serangan jantung; riwayat keluarga yang terkena serangan jantung pada pria sebelum 55 tahun dan 65 tahun pada wanita akan meningkatkan kemungkinan terkena serangan jantung
  • Kurang aktivitas fisik
  • Obesitas
  • Stress
  • Penggunaan obat-obatan terlarang
  • Riwayat preeklamsia pada saat hamil (baca: gagal jantung dalam kehamilan)
  • Riwayat penyakit autoimun (contoh: lupus)

Baca:

Berikut ini ialah beberapa gejala dan tanda serangan jantung ringan yang mungkin terjadi:

1. Nyeri Dada

Nyeri dada merupakan gejala paling sering dari serangan jantung. Nyeri dada atau perasaan seperti ada tekanan di dada yang berhubungan dengan serangan jantung sering disebut angina. Sayangnya angina umumnya lebih ringan dibandingkan yang dipikirkan oleh orang-orang. Hal ini menyebabkan penundaan dalam mencari bantuan. Orang mungkin sering berpikir bahwa nyeri dada bukanlah gejala dan menunggu untuk reda. Hal ini mampu menyebabkan terjadinya kerusakan jantung secara permanen yang bisa dihindari jika langsung meminta bantuan medis.

Meskipun nyeri dada ringan atau sedang, ada beberapa karakteristik yang bisa menentukan apakah serangan jantung atau hal lainnya. Segera cari bantuan jika nyeri dada berasal dari tengah dada selama lebih dari satu atau dua menit dan duduk atau beristirahat tidak membuat nyeri menghilang secara langsung. Nyeri tersebut terkadang pergi dan kembali. Sensasi ini mungkin terasa seperti dada yang penuh dan terasa sempit, nyeri, perasaan terbakar, atau seperti dada tertimpa gajah. Selain itu, nyeri dada pada kasus serangan jantung ini jarang ditemui pada wanita.

Nyeri dada terjadi karena pada serangan jantung terdapat beberapa bagian jantung yang tidak teraliri darah dan secara langsung akan menyebabkan oksigen berkurang dan hal ini menyebabkan jantung mengirimkan sinyal nyeri ke saraf yang menyarafi jantung. Baca juga: Angina Pectoris.

2. Kelelahan

Kelelahan merupakan tanda serangan jantung ringan lainnya yang sering terjadi. Pada kelelahan akibat serangan jantung umumnya terjadi tanpa sebab dan biasanya terjadi dengan kombinasi nyeri dada atau nyeri pada rahang.

Kelelahan tidak dimasukkan kedalam salah satu gejala klasik serangan jantung ringan. Namun gejala seperti gangguan tidur, kelelahan, sesak nafas, kecemasan lebih sering dilaporkan terjadi pada wanita yang terkena serangan jantung ringan dibandingkan nyeri dada.

Kelelahan yang berhubungan dengan serangan jantung bisa terjadi secara mendadak atau secara perlahan-lahan dalam periode berhari-hari dan bisa dalam rentang ringan sampai berat. Oleh karena itu, jika merasa kelelahan pastikan pada saat kelelahan sedang melakukan apa. Apabila sedang dalam aktivitas yang berat atau sedang dalam demam kelelahan kemungkinan bukanlah tanda serangan jantung.

3. Gangguan Pencernaan

Gangguan pencernaan (indigestion) merupakan salah satu tanda serangan jantung ringan yang jarang diketahui oleh banyak orang dan seperti kelelahan, tanda ini merupakan hal yang membingungkan. Gangguan pencernaan yang berhubungan dengan serangan jantung, biasanya diikuti oleh gejala lain seperti nyeri dada, sesak nafas, dan nyeri pada lengan, leher dan/atau rahang. Gangguan pencernaan sebagai gejala serangan jantung juga sering terjadi pada wanita.

4. Nyeri Rahang

Nyeri rahang merupakan tanda serangan jantung ringan yang umum namun banyak orang tidak mengasosisasikan nyeri rahang sebagai tanda atau gejala masalah jantung, umumnya rahang bagian bawah. Nyeri rahang jarang terjadi sendiri, lebih sering diikuti dengan berkeringat, kelelahan, sesak nafas dan nyeri atau rasa tidak nyaman pada leher, dada atau dada. Nyeri rahang yang memburuk apabila rahang coba digerakkan bukanlah merupakan serangan jantung. Oleh karena itu ketika nyeri rahang yang digerakkan dan tidak terjadi pertambahan nyeri kemungkinan merupakan tanda serangan jantung apalagi jika diikuti gejala lain yang disebutkan tadi dan segera carilah pertolongan pertama.

Sponsors Link

5. Pusing

Sering sekali serangan jantung dimulai dengan pusing hal ini disebabkan aliran darah ke otak berkurang. Pusing sering juga diikuti oleh euforia atau disorientasi bersamaan dengan gangguan cerna dan berkeringat. Pusing ini merupakan hal yang sering diabaikan sebagai gejala serangan jantung terutama pada wanita.

6. Berkeringat

Salah satu gejala serangan jantung paling sering ialah berkeringat, sering diikuti dengan telapak tangan yang basah. Berkeringat ini umumnya sering dengan tanda dan gejala lainnya.

7. Sesak Nafas

Sesak nafas mungkin terjadi setelah atau saat nyeri dada. Sesak nafas terjadi karena tubuh memerlukan oksigen yang banyak namun jantung tidak mampu memompa karena pengaruh aliran darah yang terhambat. Sesak nafas memang belum tentu serangan jantung ringan, namun umumnya jika diikuti dengan nyeri dada atau nyeri punggung dan nyeri dada maka kemungkinan seseorang sedang mengalami serangan jantung dan segera panggil bantuan.

8. Denyut Jantung Meningkat

Peningkatan denyut jantung merupakan indikator bahwa jantung bekerja lebih daripada biasanya. Hal ini bisa merupakan gejala serangan jantung. Namun peningkatan denyut jantung juga harus dilihat kondisinya. Apabila sedang istirahat tiba-tiba mengalami peningkatan denyut jantung atau terasa dada berdebar-debar maka kemungkinan sedang mengalami serangan jantung ringan sangatlah besar. segera panggil bantuan.

Baca:

9. Kecemasan yang Intens

Seperti gejala lainnya yang sering diabaikan, cemas yang intens bisa jadi salah satu gejala serangan jantung. Kesadaran diri bisa membantu untuk meminta bantuan. Tanyakan pada diri apakah kecemasan ini terlihat irasional? Apakah ini pertama kalinya? Apakah terasa seperti hal yang buruk akan terjadi? Apakah diikuti pusing, mual, keringat? Apakah ada tanda dan gejala lain seperti nyeri dada, nyeri bahu, nyeri rahang dan lain sebagainya? Jika begitu, maka dalam hal ini serangan jantung sangat mungkin sedang dialami. Segeralah panggil bantuan.

Sponsors Link

10. Nyeri pada punggung

Nyeri pada punggung juga merupakan tanda dan gejala serangan jantung. Ketika otot jantung kekurangan oksigen ketika serangan jantung, otot jantung mulai mengirim sinyal ke sistem saraf. Otak yang menerima sinyal tersebut bingung sinyal tersebut berasal dari mana karena itu dipersepsikan oleh otak pada punggung. Karena sering tanpa nyeri dada orang sering mengabaikannya. Jika nyeri seperti merupakan hal yang baru sebaiknya segera panggil bantuan.

11. Nyeri Lengan (Umumnya Bagian Kiri)

Sama seperti nyeri pada punggung, nyeri pada lengan merupakan hal yang sering terjadi. Nyeri dideskripsikan mulai dari nyeri dada yang menjalar ke atas seperti leher dan rahang lalu menjalar ke lengan, umumnya ke lengan sebelah kiri. Hal ini terjadi karena otak tidak mengetahui asal nyeri dan membuat persepsi nyeri berasal dari lengan. Walaupun begitu, nyeri pada lengan juga bisa mengenai lengan kanan tidak hanya lengan kiri. Oleh karena itu waspadai apabila tiba-tiba nyeri lengan tanpa penyebab pasti.

12. Heartburn

Heartburn merupakan sesuatu yang wajar apabila terjadi setelah makan makanan yang mengandung lemak tinggi atau ketika asam lambung meningkat. Heartburn sendiri merupakan kondisi nyeri dada namun umumnya terjadi karena GERD (Gastroesophageal reflux disease). Namun nyeri yang dimiliki heartburn bisa merupakan gejala serangan jantung yang disebabkan oleh kurangnya aliran darah ke jantung. Maka dari itu jika jarang atau mengalami heartburn dan diikuti dengan gejala lainnya maka segeralah panggil bantuan.

13. Batuk Terus Menerus

Batuk pada umumnya bukanlah tanda gangguan jantung. Namun jika memiliki penyakit jantung atau memiliki resiko terkena serangan jantung maka perhatikanlah gejala seperti ini. Umumnya batuk terjadi terus menerus dan menghasilkan dahak putih atau merah muda. Hal ini bisa menandakan gagal jantung atau serangan jantung karena jantung tidak bisa memenuhi kebutuhan tubuh dan menyebabkan darah bocor ke paru-paru yang apabila batuk dahaknya akan terlihat seperti merah muda. Segera panggil bantuan karena batuk dengan dahak merah atau batuk berdarah bukanlah hal yang bisa didiamkan.

ads

14. Edema pada Kaki

Edema atau bengkak pada kaki bisa merupakan tanda jantung tidak memompa darah secara efektif. Hal ini bisa terjadi karena jantung tidak memompa darah dengan cukup cepat dan menyebabkan darah tertahan di pembuluh darah dan menyebabkan pembengkakan. Waspadai edema pada kaki sebagai tanda serangan jantung ringan walaupun sangat jarang terjadi.

15. Mual Muntah

Mual dan muntah terjadi lebih jarang tapi mungkin sebagai pertanda serangan jantung. Terkadang bersendawa juga mengalami mual. Wanita lebih sering mendapatkan mual dan muntah pada serangan jantung. Bahkan beberapa laporan mengatakan bahwa mereka seperti sedang akan sakit flu.

16. Tanpa Gejala

Sebanyak 25% kasus serangan jantung itu tidak memiliki tanda dan gejala. Hal ini sering disebut dengan silent heart attack. Serangan jantung tanpa gejala sering terjadi pada orang yang menderita diabetes mellitus.

Penanganan Serangan Jantung Ringan

Terdapat beberapa penanganan yang bisa dilakukan ketika terjadi serangan jantung. Terdapat beberapa pilihan seperti obat-obatan dan operasi dalam menangani orang dengan serangan jantung.

1. Obat

Penanganan awal biasanya ialah dengan menggunakan obat, terdapat beberapa obat yang bisa dipakai untuk menangani penderita serangan jantung. Berikut ialah pilihan obatnya:

  • Aspirin; untuk menghancurkan jendalan darah dan meningkatkan aliran darah
  • Trombolitik; digunakan untuk menguraikan atau melarutkan jendalan darah
  • Antiplatelet; untuk mencegah jendalan darah baru terbentuk dan mencegah jendalan darah lama membesar
  • Nitroglycerin; untuk melebarkan pembuluh darah
  • Beta-blocker; contohnya propanolol digunakan untuk mengurangi tekanan darah dan merelaksasi otot jantung.
  • ACE inhibitor; contohnya captopril digunakan untuk menurunkan tekanan darah dan mengurangi stress pada jantung
  • Anti nyeri; digunakan untuk mengurangi rasa nyeri dan tidak nyaman yang dimiliki karena serangan jantung memeiliki level nyeri yang sangat tinggi.

Baca juga:

2. Operasi

Terdapat beberapa operasi yang dilakukan ketika orang mengalami serangan jantung, berikut ialah pilihan operasinya:

  • Angioplasty; angioplasty merupakan nama lain dari pemasangan stent atau ring. Angioplasty dilakukan dengan cara memasukkan tabung panjang dan tipis yang disebut kateter ke pembuluh darah dan mengembangkan balon untuk membuka pembuluh darah yang terhalangi itu. Selanjutnya dilakukan pemasangan stent untuk mencegah pembuluh darah menutup lagi.
  • Coronary Artery Bypass Graft (CABG); merupakan operasi yang dilakukan dengan cara membuat aliran darah baru ke bagian jantung yang terhalang. Pembuluh darah bisa didapati pada bagian tubuh yang lain. CABG dilakukan apabila pembuluh darah yang terblok mencapai 3 atau lebih. Baca juga: Operasi Bypass Jantung.

Cara Mencegah Serangan Jantung Ringan

Orang yang terkena serangan jantung memiliki resiko untuk terkena serangan jantung kembali. Serangan jantung bisa terjadi pada waktu yang tidak pasti. Oleh karena itu, setelah terkena serangan jantung, beberapa pencegahan bisa dilakukan. Berikut ialah beberapa cara mencegah terjadinya serangan jantung kembali:

  • Berhenti merokok apabila sebelumnya merokok
  • Mengatur tekanan darah apabila sebelumnya hipertensi
  • Makan makanan sehat; rendah gula, rendah kolesterol, rendah garam natrium, tinggi HDL
  • Kurangi berat badan apabla sebelumnya obesitas
  • Olahraga teratur apabila sebelumnya jarang berolahraga
  • Minum aspirin teratur; apabila diresepkan oleh dokter
  • Sosialisi; teruslah berkomunikasi dengan banyak orang karena beberapa penelitian mengatakan orang yang memiliki dukungan sosial lebih cenderung terhindar dari serangan jantung.

Baca juga:

Demikian artikel mengenai tanda serangan jantung ringan, penanganan dan cara mencegahnya. Semoga bermanfaat dan jaga selalu kesehatan jantung Anda.

Sponsors Link
, , , ,