Sponsors Link

Cara Mengobati Jantung Terendam Cairan (Efusi Perikardium)

Sponsors Link

Penyebab penumpukan cairan di jantung adalah adanya cairan berlebih pada ruang selaput jantung (perikardium). Selaput jantung membungkus dan melindungi jantung, terdiri dari lapisan luar dan dalam serta sebuah ruang perikardium diantaranya. Ruang perikardium normal berisi cairan sebanyak 15-50 cc. Penumpukan cairan ini dapat terjadi sampai dua kali lipat daya tampung ruang perikardium normal. Penumpukan cairan ini dapat menghambat gerakan jantung dalam memompa darah dan menyebabkan tubuh kekurangan pasokan darah dan oksigen. Oleh sebab itu kondisi ini membutuhkan penanganan segera.

ads

Semua penderita penumpukan cairan pada jantung atau efusi perikardium harus dirawat untuk mengobservasi kondisi penderita dan mencegah penderita jatuh ke dalam kondisi yang lebih berat, yaitu tamponade jantung. Serta agar dapat membedakan dengan jenis-jenis penyakit jantung yang disebabkan atau penyakit jantung koroner. Penanganan pada penderita dengan penumpukan cairan yang berlangsung cepat dan lambat pada dasarnya sama, yaitu dengan mengurangi penumpukan cairan. Tetapi pada penumpukan yang cepat dan banyak, penanganan lebih mendesak dan harus cepat dilakukan. Penanganan awal efusi perikardium berat yang menyebabkan gangguan fungsi pompa jantung adalah :

  1. Membuka jalan napas (airway) penderita, jika sesak berat kepala dapat ditengadahkan dan rahang dibuka agar jalan napas terbuka.
  2. Memberikan bantuan pernapasan (breathing) pada penderita dengan segera memberikan oksigen.
  3. Memantau tekanan darah, nadi, nafas (circulation) dan membatasi asupan cairan yang masuk ke dalam tubuh serta memasang akses infus untuk pemberian obat-obatan.
  4. Memeriksa derajat keparahan efusi atau gangguan yang terjadi (dissability) serta segera melakukan penanganan lanjutan.

Penanganan lanjutan dibagi menjadi dua bagian. Cara mengobati jantung terendam cairan berdasarkan gejala yang timbul, yaitu dengan:

  1. Pemberian obat anti peradangan. Obat ini berfungsi untuk mengurangi peradangan pada lapisan perikardium jantung atau perikarditis yang sering timbul bersama penumpukan cairan di jantung dan mengurangi rasa sakit.
  2. Pemberian obat berjenis kortikosteroid, ini dilakukan jika pemberian obat anti peradangan tidak memberikan efek yang diharapkan.
  3. Pengambilan cairan yang menumpuk pada jantung dengan teknik perikardiosentesis atau fungsi perikardium. Tindakan ini harus dilakukan oleh dokter yang berpengalaman dan ahli di bidangnya. Tindakan ini diawali dengan melakukan sayatan kecil pada bagian bawah ujung tulang dada atau di antara tulang iga pada sisi kiri dada. Setelah itu dimasukkan selang ke dalam rongga perikardium dan cairan di dalam rongga perikardium dialirkan keluar. Selang ini dipertahankan dalam posisi tersebut selama 2-3 hari dan jumlah cairan yang keluar dari selang diukur dan dipantau setiap hari.
  4. Jika cairan yang keluar sudah berjumlah di bawah 50 cc per hari maka selang dapat diangkat dan sayatan dapat ditutup. Hal ini dilakukan untuk memberikan waktu pemulihan terhadap lapisan perikardium. Dengan demikian penumpukan cairan dapat dikurangi. Angka kekambuhan dengan teknik ini adalah sekitar 6-12 %. Namun tindakan ini juga memberikan efek samping yang besar, antara lain kemungkinan terjadi masuknya udara ke dalam rongga dada selama proses pengaliran cairan serta dapat terlukanya pembuluh darah maupun jantung.
  5. Pembedahan segera hanya dilakukan jika penumpukan cairan terjadi berulang kali dan penderita sering jatuh ke dalam kondisi yang lebih berat.

Kenali penyebab dan tata laksana penyebab yang mendasari:

  • Obati infeksi : Jika penumpukan cairan disebabkan adanya infeksi tuberkulosis paru yang menjalar ke perikardium jantung, maka infeksi ini harus segera ditangani sehingga tidak memperberat kondisi efusi perikardium.
  • Operasi segera untuk trauma jantung: Luka tusuk pada jantung harus segera dilakukan tindakan pembedahan.
  • Konsultasikan penggunaan obat-obatan: Obat-obatan seperti isoniazid untuk pengobatan tuberkulosis paru, serta fenitoin untuk anti kejang harus digunakan di bawah pengawasan dokter, sehingga dapat dievaluasi jika timbul gejala yang mengarah pada penumpukan cairan di jantung.
  • Menjaga kesehatan ginjal: Ginjal yang terganggu juga menjadi salah satu sebab penumpukan cairan di jantung karena fungsi penyaring ginjal terganggu. Komplikasi jantung dan ginjal ini harus segera ditangani. Untuk itu cegah gangguan pada ginjal dengan minum air putih secara teratur minimal 2 liter per hari dan hindari minuman berkarbonasi.

Pada penumpukan cairan di jantung yang berlangsung perlahan, tindakan awal adalah dengan mengurangi cairan yang menumpuk dengan penggunaan obat-obatan diuretik. Diuretik adalah jenis obat yang dapat mengeluarkan cairan dari dalam tubuh sehingga dapat mengurangi sesak dan hambatan pengeluaran cairan dalam tubuh. Tindakan pembedahan umumnya dapat memperbaiki keluhan yang timbul. Jika penumpukan cairan di jantung sudah berlangsung terlalu lama tanpa penanganan sehingga menyebabkan kerusakan otot jantung maka dapat berakibat fatal.

Cara mengobati jantung terendam cairan atau penumpukan cairan pada jantung tergantung pada tingkat kecepatan pembentukan cairan dan keparahan penyakit. Pada prinsipnya penanganan dapat dilakukan dengan mengalirkan kelebihan cairan di jantung keluar tubuh. Pemberian asupan cairan yang cukup, istirahat cukup dan selalu melakukan pemeriksaan berkala terhadap kondisi tubuh anda agar dapat mendeteksi setiap kelainan yang mungkin timbul agar segera dilakukan penanganan.

Sponsors Link
, , ,



Oleh :
Kategori : Pengobatan