Sponsors Link

Penyakit Jantung Koroner: Penyebab, Gejala dan Cara Mengobatinya

Sponsors Link

Penyakit jantung koroner telah diketahui sebagai pembunuh nomor satu di dunia. Penyakit kardiovaskular ini menjadi penyakit paling mematikan terutama pada negara berkembang. Penyakit ini dapat menyerang siapa saja, tak hanya mereka yang sudah berusia lanjut tetapi juga menyerang mereka yang masih berusia 20-an tahun.

ads

Jantung koroner sendiri terjadi akibat adanya penyempitan atau penyumbatan pada pembuluh nadi koroner. Peristiwa yang menyebabkan aliran darah ke jantung menjadi tidak lancar ini mengakibatkan pasokan oksigen ke jantung juga semakin berkurang, akibatnya kerja jantung menjadi lambat. Apabila penyakit ini menjadi semakin parah akan dapat mengakibatkan serangan jantung.

Pengerasan dinding pembuluh darah atau aterosklerosis terjadi ketika adanya penumpukan lemak yang terdiri dari lipoprotein atau zat yang didapatkan dari protein dan lemak, kolesterol, dan sisa sel limbah lainnya di dalam dinding arteri bagian dalam. Hal ini akan menyebabkan penyumbatan pada arteri yang membuat otot jantung sulit berkontraksi karena pasokan oksigen berkurang dan bahkan dapat menyebabkan pembusukan pada otot jantung atau nekrosis yang akhirnya dapat menyebabkan jantung membusuk dan berhenti berdetak, pada akhirnya pasien dapat meninggal dunia.

Baca juga:

Penyebab

Ada beberapa faktor yang dapat mempengaruhi seseorang sehingga mereka mengalami jantung koroner. Penyebab jantung koroner dikelompokkan menjadi 3 faktor, yaitu yang tidak dapat dihindari, dapat dihindari dan akibat dari penyakit lain. Berikut ini faktor yang tidak dapat dihindari:

  • Usia. Fungsi jantung akan semakin melemah dan berkurang seiring dengan pertambahan usia seseorang.
  • Jenis kelamin. Penelitian menyebutkan bahwa kaum pria lebih mudah terkena penyakit ini dibandingkan dengan kaum perempuan. Kaum pria berisiko mengalami penyakit jantung koroner 3 hingga 5 kali lipat lebih besar dibandingkan kaum perempuan. Perbedaan tingkat resiko ini paling berpengaruh kepada mereka yang berusia 20 tahun.
  • Keturunan. Bagi mereka yang memiliki orang tua atau saudara dengan riwayat penyakit jantung koroner memiliki resiko yang lebih tinggi untuk mengalami penyakit ini.
  • Lingkungan. Lingkungan tempat tinggal atau tempat kerja juga dapat menjadi salah satu faktor yang memicu timbulnya jantung koroner. Lingkungan dengan tingkat kepadatan yang tinggi, gaya hidup yang sibuk, penuh tekanan, dan tingkat stres yang tinggi dapat memicu timbulnya penyakit ini dengan mudah.

Baca juga: Rumah Sakit Jantung Terbaik di Dunia.

Berikut ini faktor yang dapat dihindari:

  • Merokok. Di dalam sebuah rokok terkandung bahan-bahan berbahaya yang dapat merusak kinerja jantung seperti nikotin yang membuat jantung berdetak lebih kencang dan menyempitkan pembuluh darah. Lalu karbon monoksida yang menurunkan kadar oksigen dalam darah yang membuat kerja otot jantung semakin berat. Selain itu nikotin dan karbon monoksida juga dapat menyebabkan plak pada dinding pembuluh darah yang berisiko menyebabkan pengerasan pembuluh arteri.
  • Obesitas. Orang yang memiliki obesitas berisiko 2 hingga 3 kali lebih besar daripada mereka yang memiliki berat badan normal.
  • Kurang olahraga. Aktivitas fisik dapat meningkatkan elastisitas pembuluh darah dan mengurangi kemungkinan pengerasan pembuluh darah.
  • Stres. Saat seseorang dalam keadaan stres maka tekanan pada jantung bertambah yang ditandai dengan jantung berdetak lebih kencang, otot jantung menjadi lebih tegang, dan tekanan darah semakin meningkat yang berisiko menyebabkan penyakit jantung.
  • Pola makan. Konsumsi makanan dengan kadar gula, garam, lemak, ataupun alkohol yang berlebihan dapat meningkatkan kadar kolesterol dalam darah yang berakibat pada penyakit jantung.

Baca juga: Penyebab Jantung Kekurangan Oksigen.

Faktor yang muncul akibat dari penyakit lain:

  • Hipertensi atau tekanan darah tinggi dapat menyebabkan pengerasan dan penebalan dinding pembuluh darah atau yang biasa disebut aterosklerosis dalam istilah medis, dan akhirnya membuat penyempitan pada pembuluh darah.
  • Diabetes melitus atau kadar gula yang tinggi dalam aliran darah juga dapat berisiko mengakibatkan pengerasan dan kerusakan pada dinding pembuluh darah.
  • Kadar lipid yang tinggi dapat berisiko mengakibatkan pengerasan pembuluh darah, karena terjadinya penumpukan kolesterol dalam pembuluh darah. Penumpukan kolesterol dapat juga mengakibatkan trombosis atau penggumpalan darah dalam arteri ataupun vena.

Gejala 

Sebelum terdeteksi mengalami penyakit jantung koroner, biasanya penderita merasakan gejala-gejala seperti di bawah ini:

  1. Nyeri pada bagian dada, seperti sedang ditimpa benda berat. Rasa nyeri dan sakit ini akan menjalar ke beberapa bagian tubuh yang lain seperti leher, bahu, rahang bawah, dan lengan. Biasanya rasa nyeri ini terjadi setelah melakukan olahraga atau pekerjaan berat atau bahkan ketika mereka mengalami tekanan emosional dan biasanya akan sembuh setelah beristirahat sebentar.
  2. Sesak napas yang dapat terjadi karena setelah melakukan aktivitas berat, jantung tidak mendapatkan pasokan darah yang cukup, sehingga peredaran oksigen pun menjadi terhambat dan mengakibatkan sesak napas. Karena kontraksi yang dilakukan jantung menjadi tidak normal maka aliran darah yang membawa oksigen ke paru-paru pun terhambat yang mengakibatkan sesak napas.
  3. Serangan jantung atau dalam bahasa medis disebut infark miokard, adalah kondisi dimana nyeri dada yang diderita penderita penyakit jantung terasa hingga berkelanjutan. Biasanya ditandai dengan pusing, jantung berdebar kencang, berkeringat, mual, hingga kelelahan yang ekstrim. Untuk kasus seperti ini, agar tidak terlambat segera lakukan pertolongan darurat atau segera dibawa ke rumah sakit.
  4. Terjadi bengkak pada beberapa bagian tubuh tanpa diketahui penyebabnya. Biasanya pembengkakan terjadi di daerah sekitar tangan atau kaki.
  5. Terjadi sakit kepala yang sangat, tanpa sebab yang jelas. Bila Anda merasakannya patut untuk dicurigai. Sakit kepala yang terjadi biasanya terjadi karena aliran darah ke otak terganggu dan menjadi tidak lancar.
  6. Keluar keringat berlebihapabila tidak sedang melakukan aktivitas berat tetapi muncul keringat pada bagian telapak tangan atau kaki bisa jadi itu adalah tanda awal Anda terserang jantung koroner.
  7. Bila seseorang mengalami cemas berlebih juga bisa jadi salah satu tanda mengalami gejala jantung koroner.
  8. Nafsu makan menurun atau tidak selera makan. Penderita jantung koroner akan mengalami nafsu makan yang menurun dengan disertai mual dan muntah-muntah.

Bila Anda sering mengalami gejala-gejala seperti di atas, maka Anda wajib waspada dan cobalah untuk memeriksakan ke dokter agar ditangani dengan tepat. Jangan menganggap remeh setiap gejala, karena bila terlambat diperiksakan bisa fatal akibatnya.

Sponsors Link

Baca juga: Rumah Sakit Jantung di Jakarta.

Pemeriksaan Jantung

Ada beberapa pemeriksaan jantung untuk memastikan kesehatan jantung Anda dan mengetahui apakah Anda mengalami penyakit jantung. Apabila Anda mengalami gejala-gejala yang sudah disebutkan di atas, maka beberapa pemeriksaan ini biasanya disarankan oleh dokter untuk Anda lakukan. Berikut ini jenis-jenis pemeriksaan jantung:

  • Elektrokardiogram/Electrocardiogram (EKG/ECG)

Fungsi EKG jantung adalah untuk mengukur aktivitas listrik yang dihasilkan oleh jantung agar bisa mendeteksi apakah ada kelainan atau penyakit jantung. Cara kerjanya adalah merekam aktivitas listrik jantung dengan alat yang disebut elektrokardiograf. EKG dapat juga dilakukan dengan berolahraga, selama pasien berolahraga maka EKG akan mencatat perubahan aktivitas jantung. Tujuannya adalah untuk mengetahui apakah jantung mengalami kekurangan darah atau tidak.

  • Ekokardiogram (USG Jantung)

USG Jantung berfungsi untuk melihat kondisi dan fungsi jantung apakah masih berfungsi secara normal ataukah ada kelainan yang disebabkan oleh penyakit jantung. USG jantung atau disebut juga Echo bekerja dengan teknik Ultrasonografi yang memungkinkan dokter untuk memeriksa seberapa baik jantung memompa darah, melihat kondisi pembuluh koroner, kontraksi katub jantung, dll.

  • Magnetic Resonance Imaging (MRI)

MRI scan jantung merupakan alat pemindai untuk memperlihatkan gambar struktur jantung secara keseluruhan dengan memanfaatkan medan magnet dan gelombang radio. Dengan MRI jantung, maka dokter akan mendeteksi apakah ada pembuluh darah yang pecah dan bahkan melihat seberapa tebal ukuran dinding jantung.

  • CT Stan Jantung

Computed Tomography atau sering disingkat CT Scan jantung berfungsi untuk memeriksa kondisi jantung dengan menggunakan mesin scanner besar dilengkapi x-ray, dan hasil dari pemeriksaan akan langsung terekam pada komputer.

Baca juga: Cara Cek Kesehatan Jantung.

Komplikasi yang dapat Terjadi

Jantung koroner dapat mengakibatkan komplikasi penyakit yang lain, seperti:

  • Serangan jantung, terjadi jika aliran darah benar-benar terhambat, maka aliran pasokan darah dan oksigen menjadi terhalang dan mengakibatkan kerusakan pada otot jantung dan mengakibatkan serangan jantung.
  • Gagal jantung, jika kondisi serangan jantung semakin berlanjut menyebabkan pengiriman pasokan darah dan oksigen ke beberapa otot jantung terganggu, mengakibatkan jantung kehilangan kemampuannya untuk memompa darah ke beberapa organ tubuh lainnya dan menyebabkan fungsi organ tubuh lainnya terganggu.
  • Aritmia atau irama jantung yang tidak beraturan, pasokan darah yang terhambat ke jantung akan mempengaruhi impuls listrik jantung yang mengakibatkan irama jantung menjadi tidak normal.

Pengobatan Secara Medis

Untuk mengobati penderita yang mengalami jantung koroner dapat dilakukan melalui jalan medis melalui arahan dan pengawasan dokter. Bila penyakit Anda masih tergolong ringan dan masih dalam tahap gejala, biasanya dokter akan meresepkan obat-obat tertentu untuk jantung Anda yang dapat Anda tebus di Apotik. Namun bila tingkat penyakitnya semakin parah, maka dokter akan menganjurkan untuk melakukan operasi.

Berikut ini beberapa pengobatan secara medisyang diberikan dokter:

  1. Aspirin, obat yang berfungsi untuk mengurangi resiko viskositas darah atau kekentalan darah dan memperlambat atau mencegah penyumbatan pada dinding arteri.
  2. Obat golongan vasodilator berfungsi untuk melebarkan pembuluh darah agar mempermudah kerja jantung.
  3. Obat golongan diuretik berfungsi untuk mengurangi natrium dan air dalam darah sehingga sirkulasi darah lebih lancar dan beban jantung berkurang.
  4. Statin sebagai penurun kolesterol.
  5. Penyekat beta berfungsi untuk memperlambat denyut jantung dan menurunkan tekanan darah.
  6. Penghambat enzim konversi angiotensin atau ACEI (Angiotensin Converting Enzyme Inhibitors), berfungsi untuk menurunkan tekanan darah dan berguna untuk memperlambat perkembangan penyakit komplikasi lainnya.
  7. Penyekat saluran kalsium untuk menurunkan tekanan darah sehingga aliran darah menjadi lancar.
  8. Intervensi koroner perkutan atau dikenal dalam dunia medis sebagai angioplasti balon, digunakan untuk memperlebar pembuluh darah, caranya adalah dengan melakukan intervensi menggunakan balon dan stent yang diletakan pada pembuluh darah untuk menghilangkan penyumbatan darah. Namun bila menggunakan metode ini berhati-hatilah karena dapat terjadi komplikasi seperti pendarahan, serangan jantung, stroke, bahkan kematian. Baca juga: Pasang Ring Jantung.
  9. Operasi jantung, operasi bypass jantung atau operasi bypass arteri koroner adalah salah satu metode yang digunakan oleh tim medis dengan cara membuat bypass menggunakan pembuluh darah lain dari bagian tubuh pasien untuk mengalirkan darah melewati pembuluh darah yang tersumbat melalui arteri ke jantung. Jenis operasi jantung ini sangat beresiko, maka dari itu diperlukan konsultasi terlebih dahulu dengan dokter.

Baca juga: Terapi Laser JantungTerapi Laser JantungOperasi Cangkok Jantung

Pengobatan Secara Tradisional

Selain secara medis, penyakit jantung koroner juga bisa diobati secara tradisional. Walaupun terbilang cukup lama penyembuhannya, namun obat tradisional dapat membantu proses penyembuhan dari dokter secara perlahan serta obat tradisional aman dikonsumsi dan tanpa efek samping. Berikut ini beberapa bahan alami yang bisa digunakan untuk pengobatan tradisional jantung koroner:

Sponsors Link

1. Daun Sukun

Daun sukun berkhasiat untuk menyehatkan jantung karena mengandung saponin dan flavonoid yang termasuk ke dalam zat anti inflamasi yang dapat menyembuhkan jantung koroner. Selain untuk penyakit jantung daun sukun juga berkhasiat untuk menyembuhkan ginjal dan kanker. Cara mengkonsumsi:

  • Ambil daun sukun tua.
  • Rebus 5 hingga 6 gelas air.
  • Masukan daun sukun, tunggu hingga air tersisa setengah.
  • Saring, kemudian tambahkan lagi 5 gelas air matang.
  • Minum seduhannya 3 kali sehari 1 gelas.

2. Ubi Jalar

Di dalam ubi jalar terdapat zat fitonutrien yang bermanfaat untuk membantu memperlancar sistem peredaran dalam tubuh dan mengganti sel-sel yang rusak. Zat ini bagus untuk mencegah penyakit jantung. Cara mengkonsumsi:

  • Rebus ubi jalar.
  • Ambil sarinya.
  • Konsumsi setiap hari satu gelas.

Baca juga: Jus untuk Jantung Koroner

3. Wortel

Wortel mengandung vitamin A, vitamin K, vitamin C, vitamin B6, dan kalsium yang tinggi. Selain itu di dalam wortel juga terkandung tembaga, asam folat, zat tianin, dan magnesium yang baik untuk mencegah penyumbatan pada pembuluh darah. Cara mengkonsumsi:

  • Cuci bersih 3 buah wortel segar.
  • Parut dan peras hingga keluar sarinya.
  • Ambil sarinya dan bisa ditambahkan 2 sendok makan madu.
  • Untuk hasil yang maksimal minum ramuan ini 3 kali dalam sehari.

4. Kunyit

Kunyit bermanfaat untuk melarutkan kolesterol dalam pembuluh darah, sehingga mencegah terjadinya penyumbatan pada pembuluh darah. Cara mengkonsumsi:

  • Ambil kunyit sebesar 4 ruas jari, kemudian parut.
  • Seduh dengan ½ gelas air panas.
  • Diamkan selama ¼ jam.
  • Saring, jika perlu tambahkan madu atau gula jawa.

Baca juga: Buah untuk Jantung Koroner

5. Mengkudu

Meskipun mempunyai bau yang tidak sedap, namun ternyata buah mengkudu berkhasiat untuk menangkal radikal bebas karena mengandung antioksidan yang baik bagi jantung dan juga kanker. Buah mengkudu juga dipercaya dapat mengatasi penimbunan lemak. Kandungan scopoletin dalam buah mengkudu dapat berguna untuk melebarkan pembuluh darah. Cara mengkonsumsi:

  • Rebus buah mengkudu yang sudah matang.
  • Setelah matang, parut buah mengkudu tersebut
  • Peras hingga keluar airnya.
  • Minum airnya. Untuk hasil yang maksimal diharapkan untuk meminum sari buah mengkudu setiap 30 menit sebelum sarapan setiap pagi.

Baca juga: Manfaat Mengkudu untuk Jantung.

6. Bawang Putih

Bawang putih bermanfaat sebagai penurun tekanan darah tinggi. Bawang putih juga mengandung zat antioksidan yang tinggi sehingga baik untuk mencegah penyakit jantung. Cara mengkonsumsi bawang putih cukup mudah hanya dengan memasaknya sebagai bumbu dapur seperti biasa, atau bisa juga bagi yang menyukai pedas, campurkan bawang putih pada sambal. Cara lainnya adalah dengan memarut bawang putih yang sudah dibersihkan terlebih dahulu hingga halus, lalu tambahkan madu untuk menambah rasa manis, ramuan bawang putih siap diminum.

Baca juga: Khasiat Bawang Putih untuk Jantung.

7. Temu Giring

Temu giring merupakan salah satu tanaman herbal yang berasal dari tanah Jawa. Tanaman temu giring berkhasiat untuk menyembuhkan bengkak. Di dalam temu giring terdapat minyak atsiri, damar, tanin, amilum, zat pahit, saponin, dan flavonoid yang bersifat anti inflamasi, zat ini bagus untuk mengobati jantung yang bengkak.

Bahan-bahan:

  • 15 gram daun sembung segar
  • 30 gram daun muda kacapiring segar
  • 20 gram temu giring
  • 1 jari kayu manis

Cara mengkonsumsi:

  • Rebus bahan yang sudah dicuci bersih dengan 600 cc air.
  • Tunggu hingga kira-kira tersisa 200 cc.
  • Saring dan ramuan siap diminum.
ads

8. Sambang Darah

Daun sambang darah mengandung zat tanin, silesterol, triterpinoid, dan asam behenat yang berfungsi untuk menyembuhkan penyakit jantung. Dalam pengobatan tradisional yang biasa digunakan adalah daunnya yang berwarna merah seperti darah, sedangkan getahnya mengandung racun yang berbahaya dan mematikan. Cara mengkonsumsinya yaitu daun sambang darah dapat direbus dan air rebusannya diminum 2 kali sehari.

9. Temu Putih

Temu putih atau kunyit putih merupakan tanaman tradisional yang tidak hanya baik bagi kesehatan, namun juga bagi kecantikan dan kekebalan tubuh. Selain berguna untuk menyembuhkan jantung koroner, temu putih juga bermanfaat untuk menyembuhkan nyeri saat haid, menyembuhkan tekanan darah tinggi, menyembuhkan asam urat, serta mencegah diabetes.

Bahan-bahan:

  • 10 gram rimpang temu putih kering yang sudah diiris
  • 15 gram rimpang temu hitam diiris kasar
  • 30 gram umbi daun dewa

Cara mengkonsumsi:

  • Cuci bersih semua bahan.
  • Rebus dengan 3,5 gelas air.
  • Masak dengan api sedang.
  • Tunggu hingga tersisa 1,5 gelas.
  • Saring dan ramuan siap untuk diminum.

Baca juga: Cara Mengobati Jantung dengan Daun Sirsak

10. Mahkota Dewa

Buah yang akhir-akhir ini namanya menjadi melejit sebagai salah satu tanaman herbal yang mempunyai khasiat tinggi ini ternyata dapat berguna untuk menyembuhkan jantung yang bengkak karena mengandung zat saponin, alkaloid, polifenol, dan flavonoid.

Bahan-bahan:

  • 5 gram daging buah mahkota dewa kering
  • 15 gram daun pegagan
  • 10 gram daun sambiloto kering
  • 5 gram daun dewa

Cara mengkonsumsi:

  • Setelah semua bahan dicuci bersih, rebus dengan 5 gelas air.
  • Tunggu hingga air menyusut hingga kurang lebih tersisa 3 gelas.
  • Angkat dan saring.
  • Minum ramuan 3 kali sehari masing-masing satu gelas.

11. Kulit Manggis

Kulit manggis akhir-akhir ini menjadi primadona di kalangan obat tradisional, sebab menurut penelitian kulit buah manggis mengandung antioksidan tinggi yang dapat membantu mengobati berbagai macam penyakit salah satunya adalah penyakit jantung. Selain itu di dalam kulit buah manggis juga terdapat zat tanin, vitamin A, B1, B2, C, protein, zat besi, kalium, fosfor, kalsium, natrium, niasin, zat besi, serta serat. Cara mengkonsumsi:

  • Pisahkan kulit manggis dari buah dan bijinya.
  • Pisahkan antara kulit keras di bagian luar dengan bagian di dalamnya.
  • Simpan kulit pada lemari pendingin.
  • Campur kulit manggis dengan etanol dan air dengan perbandingan 1:2, lalu blender.
  • Endapkan campuran tadi selama 24 jam.
  • Saring dan ramuan siap untuk diminum.

Atau bisa juga dengan cara:

  • Bersihkan kulit manggis.
  • Rebus dengan 4 gelas air.
  • Biarkan mendidih dan tunggu hingga air tersisa sekitar 2 gelas.
  • Minum secara teratur 2 hingga 3 kali sehari.

Baca juga: Cara Mengobati Jantung dengan Kulit Manggis

12.  Madu

Madu juga merupakan salah satu obat yang baik bagi kesehatan jantung. Madu berkhasiat untuk menguatkan otot-otot jantung karena di dalam madu terkandung zat mineral, garam, dan gula alami yang baik untuk meningkatkan kinerja jantung.

Pencegahan

Menjaga jauh lebih baik dari mengobati. Maka dari itu sebelum Anda terserang jantung koroner, ada baiknya Anda menjalankan pola hidup sehat, seperti hal-hal di bawah ini:

  • Hindari rokok.
  • Olahraga secara teratur, kira-kira 30 menit setiap hari.
  • Menyesuaikan asupan kalori dengan aktivitas.
  • Menjaga berat badan agar tidak obesitas.
  • Jaga tekanan darah, kolesterol, dan kadar gula.
  • Kurangi makanan yang mengandung lemak jenuh, garam, gula, dan kolesterol. Pilihlah makanan kaya akan serat seperti sayuran dan buah-buahan.
  • Kurangi karbohidrat.
  • Rutin melakukan pengecekan kesehatan.

Baca juga:

Demikian informasi mengenai penyakit jantung koroner yang harus Anda waspadai. Karena bukan orang tua saja yang diserang, anak muda yang tidak menjaga pola hidupnya pun bisa terserang penyakit ini. Jadi miliki pola hidup yang sehat mulai dari sekarang.

Sponsors Link
, , , , , , , ,