Sponsors Link

Kardiomipati Dilatasi : Penyebab, Gejala, Penanganan dan Pencegahan

Sponsors Link

Siapa sih yang tidak takut ketika dirinya didiagnosa mengidap penyakit jantung? Seperti yang kita tahu, jenis-jenis penyakit jantung sendiri bermacam-macam, mulai dari jantung lemah hingga gagal jantung bukanlah suatu hal yang asing lagi di telinga kita ketika orang mulai membicarakan tentang masalah penyakit jantung. Nah pada kesempatan kali ini, kita akan membahas salah satu jenis penyakit jantung lainnya, yaitu kardiomiopati. Apa sih sebenarnya kardiomiopati ini? Apakah kardiomipati juga merupakan salah satu jenis penyakit jantung yang bisa diderita sejak kecil seperti layaknya penyakit jantung bawaan? Nah daripada penasaran, yuk kita simak yang satu ini!

ads

Kardiomiopati adalah salah satu jenis penyakit jantung dengan adanya kelainan pada otot jantung baik dari segi struktur dan fungsi yang kali ini tanpa disertai penyakit lainnya seperti penyakit jantung koroner, hipertensi, ataupun kerusakan otot jantung. Kardiomiopati sendiri berarti hilangnya kemampuan jantung untuk memompa darah dan berdenyut dengan normal alias berfungsi dengan optimal. Kardiomiopati dibedakan menjadi dua tipe, yaitu:

  • Kardiomiopati primer di mana kerusakannya hanya sebatas pada otot jantung
  • Kardiomiopati sekunder di mana adanya penyakit lain yang menyebabkan kelainan pada otot jantung

Jenis kardiomipati dibedakan menjadi empat macam, yaitu:

Kardiomiopati dilatasi merupakan jenis kardiomiopati yang paling umum dengan keadaan ruang utama jantung alias ventrikel kiri melemah. Sebenarnya apa yang yang terjadi dengan ventrikel kiri pada saat itu? Ventrikel kiri tidak dapat bekerja dengan baik karena kondisinya yang membengkak alias mengalami pembesaran sehingga bertikel ini tidak bisa memompa darah keluar dari jantung dengan efektif. Jenis kardiomiopati yang satu ini paling sering dialami oleh kita yang berusia paruh baya dan cenderung untuk menyerang kaum pria.

Faktor Penyebab Kardiomiopati Dilatasi

Kardiomiopati pun tidak pandang usia ketika menghantui kita, alias bisa menyerang baik dari kita dari segala jenis usia, mulai dari yang muda hingga yang tua dan paling banyak dialami oleh mereka pada rentang usia 20-60 tahun; namun tidak menutup kemungkinan jika anak juga dapat mengalaminya. Lalu, sebenarnya apa sih yang menyebabkan datangnya kardiomiopati pada hidup kita? Penyebab kardiomiopati sendiri bermacam-macam, namun paling sering penyakit ini disebabkan oleh pola hidup dan faktor genetik. Lalu, bagaimana dengan berbagai faktor penyebab lainnya? Beberapa faktor lainnya antara lain adalah:

  • Penyakit tiroid;
  • Irama jantung cepat (aritmia jantung) yang tidak tertangani;
  • Adanya gangguan metabolisme;
  • Tubuh yang kekurangan vitamin atau mineral;
  • Terjadinya komplikasi saat akhir kehamilan sampai dengan 6 bulan setelah melahirkan;
  • Ibu yang mengonsumsi alkohol secara berlebihan saat masa kehamilan;
  • Adanya penyalahgunaan kokain, amfetamin, dan steroid anabolik selama periode kehamilan;
  • Terjadinya infeksi;
  • Penyakit jantung koroner yang berat;
  • Mengonsumsi obat yang tanpa disadari bersifat racun untuk kita;
  • Menjalani kemoterapi atau radiasi selama masa kehamilan.

Gejala Kardiomipati Dilatasi

Seperti yang kita tahu, penyakit jantung merupakan salah satu momok bagi masyarakat Indonesia dan merupakan salah satu faktor penyebab kematian terbesar selain kanker. Kardiomiopati dilatasi merupakan salah satu penyakit jantung yang sering dialami oleh masyarakat dan oleh sebab itu ada baiknya kita mengetahui apa saja gejala yang biasanya muncul sehingga penanganannya tidak terlambat. Lalu, apa saja ya gejala dari penyakit kardiomiopati dilatasi ini? Daripada penasaran, yuk kita simak yang satu ini:

Sponsors Link

  • Sering mengalami sesak nafas saat beraktivitas bahkan pada saat beristirahat;
  • Adanya pembengkakan pada tungkai dan kaki. Terjadinya pembengkakan ini karena terganggunya aliran darah ke ginjal sehingga organ tersebut memproduksi hormon lebih banyak sehingga terjadi penumpukan garam maupun air;
  • Batuk yang tidak kunjung sembuh;
  • Cepat merasa lelah saat beraktivitas. Hal ini disebabkan karena jantung gagal berkontraksi secara optimal dan oksigen yang dibawa oleh darah tidak menyebar dengan baik ke seluruh bagian dan organ tubuh;
  • Nafsu makan berkurang, hal yang satu ini bukanlah suatu hal yang asing bagi penderita penyakit jantung, khususnya penderita penyakit jantung kardiomiopati. Hal ini disebabkan darah sehat yang sampai ke pencernaan organ hanya sedikit dan fungsi hati yang tidak bisa berfungsi secara optimal;
  • Detak jantung yang tidak teratur yang biasanya terlalu cepat hingga menyebabkan badan bergetar;
  • Tekanan darah tinggi ataupun rendah, di mana kondisi ini sering kali dikaitkan dnegan tekanan darah yang tinggi karena kadar garam yang tinggi pada tubuh. Jantung yang tidak bisa bekerja dengan optimal menyebabkan jantung menyimpan banyak garam sehingga tekanan darah jadi naik juga;
  • dan sering merasa pusing bahkan bisa hingga jatuh pingsan. Sakit kepala disebabkan kurangnya asupan oksigen pada otak dan menyebabkan kurang fokus.

Cara Penanganan Kardiomiopati Dilatasi

Bukanlah rahasia lagi apabila penanganan penyakit jantung yang terlambat dapat berakibat sangat fatal, seperti menyebabkan penyakit lainnya atau parahnya lagi bisa berujung pada kematian. Berbagai cara pun bisa kita lakukan untuk mengobati penyakit jantung, mulai dari menggunakan berbagai cara tradisional, mengonsumsi menu diet jantung hingga melakukan olahraga penguat jantung. Namun penanganan apa sih yang paling tepat untuk kardiomiopati dilatasi ini?

  • Mengonsumsi obat-obatan untuk jantung, seperti beta blocker, ACE inhibitoror ARB, atau diuretik. Jika kita mengalami masalah detak jantung, kemungkinan besar dokter akan memberikan obat untuk mengendalikan detak jantung sehingga kita tidak perlu khawatir;
  • Dilakukannya tindakan sinkronisasi jantung dengan alat pacu jantung biventricular. Hal ini akan dilakukan bagi penderita kardiomiopati dilatasi yang sudah masuk dalam tahap parah dan adanya alat pacu jantung ini berfungsi untuk meningkatkan kemampuan jantung untuk berkontraksi;
  • Bedah, hal ini akan dilakukan jika mereka memenuhi syarat untuk perbaikan bedah dari bilik kiri atau ditempatkannya sebuah alat bantu jantung;
  • dan operasi cangkok jantung atau disebut juga transplantasi jantung.
Sponsors Link

Cara Mencegah Kardiomiopati Dilatasi

Nah bagaimana dengan penjelasan barusan? Pastinya sudah tidak bertanya-tanya lagi tentang apa sih sebenarnya kardiomiopati dilatasi bukan? Seperti halnya jenis penyakit jantung lainnya, apabila penyakit ini tidak ditangani segera atau dalam waktu yang cepat maka hal ini bisa berdampak pada penyakit lainnya.

Lalu, apa ada yang bisa kita lakukan untuk menghindari datangnya kardiomiopati dilatasi pada kita – alias apa yang bisa kita lakukan untuk menghindari kardiomiopati dilatasi ini terjadi? Satu hal yang perlu kita ingat adalah kita tidak bisa mencegah kardiomiopati apabila penyebabnya adalah karena faktor genetik. Nah lalu apa yang bisa kita lakukan untuk mencegahnya ya?

  • Berolahraga secara teratur untuk mengurangi berat badan apabila kita mengalami obesitas;
  • Menghentikan kebiasaan negatif seperti merokok ataupun mengonsumsi alkohol;
  • Memenuhi kebutuhan tidur dalam sehari alias memiliki jam tidur yang cukup;
  • Memulai pola makan yang sehat alias adanya asupan protein, karbohidrat ataupun vitamin;
  • Mengelola stres dengan baik, alias menyempatkan melakukan hal-hal yang menyenangkan walaupun aktivitas padat di mana hal ini menghindarkan kita dari kata kejenuhan pula;
  • Menjaga tekanan darah dengan cara melakukan diet sehat dan rutin olahraga

Nah itu tadi adalah beberapa penjelasan mengenai kardiomipati dilatasi. Pastinya sudah tidak bingung lagi mengenai apa itu kardiomiopati dan tentu saja sudah mengerti tentang perbedaan antara kardiomiopati dilatasi dengan jenis kardiomiopati lainnya bukan? Jangan lupa ya untuk mulai pola hidup yang lebih sehat dari sekarang.

Sponsors Link
, , ,
Oleh :
Kategori : Medis